Mirza Mirwan
Maaf, sekadar meluruskan dan menambahkan. Keterangan foto yang menyertai CHD hari ini tertulis: “M. Nur (tengah) menerima Anugerah Adibrata dari Undip”. Itu salah. Anugerah Adibrata adalah anugerah dari pemerintah untuk mengapresiasi prestasi masyarakat ilmiah dalam menghasilkan produk inovasi. Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA menerima Anugerah itu pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 di Pekanbaru pada tgl. 10 Agustus 2018. Jadi beliau belum dikukuhkan sebagai guru besar Fisika di Fakultas Sains dan Matematika UNDIP — pengukuhannya baru setahun berikutnya, 31 Agustus 2019. Produk inovasi yang dihasilkan Prof. M.Nur bukan hanya D’Ozone yang mengawetkan sayur itu. Ada Zetagreen yang menjernihkan udara, ada lagi mesin yang dinamakan GenGONaM (Generator Gelombang Ozon Nano & Mikro). Tapi maaf, saya hanya lihat gambarnya, tetapi tidak ada penjelasan kegunaan mesin itu. Dan masih ada beberapa lagi yang diproduksi PT DIPO Technology — perusahaan milik UNDIP — bekerjasama dengan Center for Plasma Research UNDIP yang Prof. M. Nur adalah ketuanya. Pak DI menyebut Prof. M. Nur lahir di Kisaran. Gegara menyebut mayoritas Melayu, di bawah ada yang protes: Kisaran mayoritas Suku Jawa. Tetapi kalau Pak DI menyebut lahir di Batubara ( 20km di utara Kisaran), memang benar mayoritas Melayu, disusul Jawa. Dan memang lahirnya di Batubara yang saat itu masih termasuk wilayah Kabupaten Asahan yang beribukota di Kisaran. Sekarang Batubara menjadi kabupaten sendiri.
Muh Nursalim
saya beli apel merah, sudah tiga bulan dengan suhu ruangan masih kelihatan segar. Setelah baca-baca postingan tentang pengawetan buah, kayakanya itu bukan diozonisasi seperti hasil mesiinya Prof Nur tetapi dilapisi lilin, saya kerik pakai kuku nampak kupasan lilinnya itu. Bepara bulan ya jika pakai cara yang sehat seperti ozonisasi ini ?
Jimmy Marta
“Uang itu bagaikan jenggot”. Habis dicukur tumbuh lg. Masalahnya jk gk punya jenggot. Belum dicukur tetap gk ada.. .haha..

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi