Kasus ini pertama di Indonesia. Unik. Hebatnya, polisi terus menyelidiki kasus unik ini. Mengantisipasi, kalau-kalau itu tindak pidana. Walau pun tanda-tanda pada mayat tidak mengarah ke kejahatan.
Berbagai pakar komentar. Berganti-ganti pakar pendapatnya dimuat media massa. Tapi tidak menuntaskan penyelidikan. Malah bikin riuh. Apalagi awam, ramai berspekulasi di sosmed.
Kriminolog dari Universitas Indonesia, Joasis Simon, mengatakan, polisi perlu segera mengungkap kasus ini secara transparan, sebab spekulasi liar yang bermunculan itu dianggap “tidak adil” bagi korban dan keluarganya.
BACA JUGA: Tersangka Pembunuh di Magelang Dinilai Pembohong
Artinya, kerabat korban dirugikan dengan spekulasi liar yang bertebaran di medsos.
Pengamat media massa dari Universitas Gadjah Mada, Wisnu Prasetya, berpendapat, spekulasi liar tidak mungkin dihentikan. Meluas, sampai dibandingkan dengan kematian ritual Burari di India.
Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto ikut mengatakan, penemuan buku berisi ajaran sejumlah agama di rumah keluarga tersebut, perlu penyelidikan polisi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi