Senin, 22 Juni 2026, pukul : 10:46 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Dinasti

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 29 November 2022: Alvin Ukraina

Pryadi Satriana

Bukan saja masuk dlm kelas/kelompok ‘jurnalis blajaran’, Dahlan jg masuk kategori ‘jurnalis comberan’, memuat hampir semua yg ‘dinjeplakkan’ narasumber tanpa ada cek & ricek. Asuransi itu bisnis kepercayaan. Data yg menyangkut asuransi mestinya harus minta konfirmasi dari pihak asuransi terkait supaya tidak merugikan pihak asuransi ybs., ndhak asal dimuat begitu saja. Mosok seorang “profesor” gitu aja ndhak ngerti. Apa memang sekadar ‘profesor ghibah’? Gini kok ya pernah jadi menteri. Gak cocok jg jadi jurnalis. Jurnalis tidak sekadar mendasarkan pada “people’s right to know” tapi juga pada dampak tulisannya. Mulai belajar utk memikirkan dampak dari tulisan Anda ya, Pak Dahlan. Salam. Rahayu.

Pryadi Satriana

Tulisan ttg Alvin terkait asuransi SUDAH memunculkan komentar bahwa kerugian yg diderita pihak asuransi krn ‘dibobol’ Alvin – yg belum tentu benar! – tidak seberapa dibandingkan kerugian nasabah yg ‘sulit’ memperoleh ‘klaim asuransi’-nya. Sesuatu yg ndhak jelas – belum dikonfirmasi ke pihak2 terkait asuransi – sudah disebarluaskan ke publik. Dari ‘ghibah’ bisa menjurus ke ‘fitnah’. Dahlan Iskan mesti lebih kritis dalam menyaring berita dan lebih hati2 dalam menuliskannya. Kalau nau menerima ‘kek2-an’ gelar profesor ya jg harus dijaga marwahnya, kalau ndhak mau ya ‘buang aja gelar itu’, drpd malah ‘ngisin-isini’. Salam. Rahayu.

Pryadi Satriana

Tulisan Dahlan Iskan ini menyudutkan perusahaan asuransi, padahal asuransi banyak manfaatnya. Negara pun menyadari pentingnya asuransi. Amanat untuk mengasuransikan Barang Milik Negara tertuang dalam Pasal 45 PP No. 27 Tahun 2014. Adanya masalah dalam klaim yg diajukan nasabah thd perusahaan asuransi tertentu seharusnya tidak menafikan pentingnya asuransi. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga, apa pun susunya – atau susumu: ASS (Air Susu Sapi), ASI, atau pun ASU. Dahlan wis tuwa – wis ‘bangkotan’, ora usah ‘ghibah’, opo meneh dadi ‘provokator’. Salam. Rahayu.

Fiona Handoko

bpk dahlan, maaf, bukannya jumlah landasan di cgk ada 3?

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.