Senin, 22 Juni 2026, pukul : 10:45 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Dinasti

Gelombang kemenangan Koumintang seperti sekarang

Ini pernah terjadi di Pilkada 2018. Bintang Koumintang saat itu: Han Kuo-yu. Ia terpilih sebagai wali kota Kaoshiong, kota terbesar kedua di Taiwan. Ia antitesis Tsai Ing-wen. Namanya jadi idola di seluruh Taiwan. Dua tahun kemudian ia pun tampil sebagai calon presiden: penantang berat Ing-wen.

Meledaklah gelombang demo pro-demokrasi di Hong Kong. Setahun penuh. Kian besar. DPR Hong Kong berhasil diduduki. Satu universitas jadi benteng pertahanan melawan polisi. Simpati ke gerakan demokrasi itu datang dari berbagai penjuru dunia. Termasuk dari Taiwan. Isu Hong Kong jadi topik harian di Taiwan. Kekhawatiran Taiwan akan direpresi seperti Hong Kong sangat tinggi.

BACA JUGA: Alvin Kuya

Pilpres Taiwan tahun 2020 dilakukan di saat emosi orang Taiwan mendukung gerakan di Hong Kong. Nama Ing-wen yang sempat redup bersinar kembali. Han kalah telak. Bintang Han begitu cepat jatuh oleh apa yang terjadi di Hong Kong.

Kini soal Hong Kong sudah reda. Gerakan pro-demokrasi kalah. Gerakan itu dicoba dinaikkan di Taiwan. Tiongkok bereaksi keras. Ancaman militer Tiongkok begitu nyata. Partai Demokrat terus membawa isu itu. Sampai pun terjadi heboh kunjungan tengah malam Nancy Pelosi, ketua DPR Amerika, saat itu.

Banyak wali kota dari Partai Demokrat sudah dua periode. Di kota-kota itu calonnya baru. Mereka harus bersaing dengan calon dari Koumintang yang membawa isu sangat lokal: layanan ke masyarakat.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.