Biaya operasionalnya lebih murah tetapi kecepatan pembekuannya (ABF) kalah dengan amoniak.
Kehadiran Coldstorage di Sendang Biru sebetulnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat produksi ikan tuna, cakalang dan tongkol di Pondokdadap berlimpah.
Data yang diperoleh dari kantor PPP Pondokdadap hasil produksi khusus tuna dalam tiga tahun selalu meningkat signifikan. Pada 2019, produksi tuna mencapai 1,622 juta ton dengan nilai Rp 47,047 miliar, produksinya melesat tahun 2021 mencapai1,987 juta ton dengan nilai Rp 57,459 miliar. Mayoritas ikan tuna tersebut dikirim dalam bentuk segar (beku) ke Surabaya dan Bali, serta sebagian diekspor ke Eropa dan Jepang. Ikan produksi nelayan yang disimpan di coldstorage diyakini akan tetap stabil harganya jika musim paceklik ikan.
Biaya sewa mahal.
Awalnya banyak yang berharap coldstorage Pondokdadap tersebut dapat disewa oleh nelayan lokal maupun pendatang dengan harga terjangkau.

Warga sekitar juga sangat antusias dengan adanya Gudang beku terintegrasi tersebut yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai lapangan kerja baru berbasis pemberdayaan masyarakat dan diprediksi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Selain perorangan, koperasi nelayan KUD Mina Jaya dianggap mampu mengelola coldstorage tersebut.
Keberhasilan usaha KUD Mina Jaya patut diapresiasi selain sukses menyelenggarakan lelang ikan di TPI Pondokdadap, juga menjadi andalan menyalurkan solar subsidi (SPBN) melayani 649 kapal berbagai jenis seperti Jukung, slerek, purse seine dan sekoci milik 649 nelayan lokal dan 159 nelayan andon (pendatang).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi