Menjelang pertandingan melawan Inggris, beberapa pendukung Iran di Qatar juga memberi isyarat dukungan untuk para pengunjuk rasa di tanah air. Mereka mengenakan kaus bertulisan “Wanita, Hidup, Kebebasan”, yang merupakan nyanyian populer dari gerakan itu.
Keputusan tim sepak bola memboikot lagu kebangsaan adalah langkah paling berani sejauh ini dari olahragawan Iran. Tidak jelas apakah para pemain akan menghadapi konsekuensi saat kembali ke negaranya usai Piala Dunia.
Kapten tim Ehsan Hajsafi secara terbuka berbicara mendukung protes. Dia mengatakan bahwa dia dan timnya ingin memberi sinyal kepada para demonstran di Iran bahwa timnas Iran mendukung gerakan mereka.
BACA JUGA: Franchise Muhammadiyah
Piala Dunia Qatar kali ini paling kental dengan berbagai gerakan politik. Gerakan pendukung LGBT semakin terang-terangan menampakkan diri di stadion untuk mencari perhatian. Pertandingan Amerika Serikat vs Wales diwarnai aksi mengganggu dari aktivis LGBT yang masuk ke dalam stadion saat pertandingan.
Laga berakhir 1-1. Kapten timnas Wales Gareth Bale sebelumnya menyatakan akan memakai ban kapten pelangi. Tetapi Bale mengurungkan aksinya dan lebih memilih berkonsentrasi terhadap pertandingan. Aksi Bale ini dikecam oleh aktivis LGBT.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi