Pada tahun 1968 Baudrillard mulai menulis buku pertamanya, The System of Object (1968) yang sangat dipengaruhi oleh karya Roland Barthes, The Fashion System (1967). Dalam buku yang belum memperlihatkan minatnya secara serius terhadap persoalan kebudayaan postmodern itu Baudrillard mencoba mengadopsi metode semiologi Barthes untuk membongkar hubungan dan mistifikasi objek-subjek dalam realitas masyarakat modern.
Dalam buku ini Baudrillard menyatakan bahwa di bawah kejayaan era kapitalisme lanjut, mode of production kini telah digantikan oleh mode of consumption (Bertens, 1995: 146). Konsumsi inilah yang kemudian menjadikan seluruh aspek kehidupan tak lebih sebagai objek, yakni objek konsumsi yang berupa komoditi. Sistem-sistem objek, yang merupakan judul buku Baudrillard, adalah sebuah sistem klasifikasi yang membentuk makna dalam kehidupan masyarakat kapitalisme lanjut. Melalui objek-objek atau komoditi-komoditi itulah seseorang dalam masyarakat konsumer menemukan makna dan eksistensi dirinya.
Nampaknya itulah yang dilakukan oleh para rival Anies dalam membangun komoditas object yang tidak nyata dan diulang agar dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sebuah keyakinan.
BACA JUGA: Menangkan Hati Rakyat untuk Indonesia Berkeadilan Sosial
Sehingga bagi para relawan dan pendukung Anies, cara memaknai realitas depan itu harus jeli dan cerdas dengan cara membenturkan kenyataan yang ada dan tampak dengan hasil survey yang dibuat.
Yakinilah bahwa realitas Anies tidaklah seperti yang digambarkan oleh para pembohong dan pembenci Anies, apalagi yang digambarkan oleh lembaga survey abal abal. Realitas Anies sesungguhnya adalah kebalikan apa yang mereka sebarkan. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi