Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 20:00 WIB
Surabaya
--°C

“Ndan Yok” Abdikan Hidupnya demi Olahraga

SURABAYA-KEMPALAN: Gaya bicaranya tegas dan lugas. Bahkan terkadang meledak-ledak. Itulah sosok Dr. Yoyok Subagiono, S.I.K.,S.H.,M.Si, yang biasa dipanggil “Ndan Yok”. Arek Suroboyo asli kelahiran Wonokromo ini, memulai debutnya sebagai atlet judo, semenjak masih menjadi Taruna Akademi Kepolisian  (Akpol). “Kali pertama, olah raga yang saya geluti sebenarnya gulat. Itu ketika saya masih duduk di bangku SMA 5 Surabaya. Tidak lama kemudian, saya menekuni olah raga judo,’’ ujar purnawirawan Polri yang saat menjabat Kapolres Sumedang, Jawa Barat, sukses mengungkap kasus penganiayaan siswa STPDN tahun 2003 lalu.

Sejalan dengan karirnya di bidang kepolisian, “Ndan Yok”, pernah bertugas di berbagai posisi di wilayah Polda Jawa Timur. Selepas lulus pendidikan PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) di Jakarta, lelaki yang suka gowes ini pun pernah ‘mencicipi’ jabatan sebagai Kasatserse Polresta Surabaya Selatan, Kapolsekta Gubeng, Wakasatserse Polwiltabes Surabaya, Wakapolres Pasuruan, Wakapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya.

BACA JUGA  Pangdam Brawijaya Cek Lokasi Yonif Tempur dan Jembatan Perintis Garuda: Benteng Ekonomi Rakyat di Ponorogo

Lelaki yang berulang tahun persis pada perayaan Valentine Day ini, juga pernah menjabat sebagai Kabid Propram Polda Kalimantan Timur, serta Direktur Pengamanan Objek Vital (Pam-Obvit) Polda Jawa Timur. Bukan itu, pengalaman Internasional pernah diperolehnya, saat ditugaskan sebagai pasukan perdamaian PBB di Bosnia tahun 1996. Selanjutnya, pernah mengenyam pendidikan Cyber Crime di Korea Selatan, dan dikirim Mabes Polri untuk mengikuti pendidikan anti teroris di Amerika, tahun 2001 lalu. ‘’Ya… sebagai anggota Polri, kita harus siap ditugaskan pimpinan di mana saja,’’ katanya merendah.

Lantaran memiliki segudang prestasi dalam olah raga judo, “Ndan Yok” pun pernah ditunjuk sebagai pengurus di PB (Pengurus Besar) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI). Kecintaannya pada olah raga judo, sepertinya sudah mendarah daging. Dibuktikan dengan ujian DAN-1 yang diambil di negara olah raga judo berasal, yakni Jepang. Pernah didapuk menjadi Ketua tim pemenang Sea Games cabor judo di Malaysia dan Philipina, serta venue manager judo Asian Games di Jakarta 2018 lalu.

BACA JUGA  Persi Jatim Ajak Tenaga Kesehatan Berkreasi dalam Lomba Bola Voli Mix dan Vokal Group

Penyandang DAN-5 judo ini pun sampai sekarang dipercaya PB PJSI, menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengprov PJSI Jawa Timur. Sudah tidak terhitung sederetan atlit judo lahir dari tangan dingin “Ndan Yok”. Diantaranya Dewinda, Juliatin, yang sering diturun ke kelas ‘fighter’, maupun atlet ‘Nageno Kata’ putra, yakni Embun dan Sulis.

Ketua Umum KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) Jawa Timur, M.Nabil pun tampaknya juga ‘tergiur’ untuk melibatkan “Ndan Yok” di bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dalam kepengurusan KONI Jatim periode 2022-2026. ‘’KONI Jatim berharap, pengalaman beliau yang banyak melahirkan atlit judo Jatim berprestasi, dapat meningkatkan pembinaan prestasi atlit-atlet Jawa Timur,’’ ujar M. Nabil.

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.