Realitas lanjutan Anies adalah ketika diadakan temu relawan di Jakarta, ribuan relawan berkumpul dan berikrar untuk memenangkan Anies dalam kontestasi pilpres 2024.
Setelah itu Anies juga mampu membangun realitas sebenarnya ketika hadir di Medan untuk menemui para relawannya. Ratusan ribu masyarakat yang hadir mengelu elukan kehadiran Anies. Bahkan relawan Ganjar yang membagikan sembako dan kaos bergambar Ganjar kepada masyarakat, harus gigit jari, karena mereka mengatakan kami memang mendapatkan sembako dari Ganjar, tapi hati kami untuk Pak Anies.
BACA JUGA: Ganjar Yang bagi Sembako, Anies Yang Ada Dihati
Gempuran terhadap Anies dan partai pengusung Anies, saat ini Partai Nasdem tentu tak akan pernah henti, hanya bentuk gempuranya saja yang berbeda.
Kalau untuk Anies tuduhan yang disematkan adalah Anies mengusung politik identitas, Anies gagal membangun Jakarta dan banyak lagi kebohongan – kebohongan yang diulang ulang untuk menjatuhkan Anies.
Sedang untuk Partai Nasdem akan dihembuskan kebohongan bahwa paska dukungan terhadap Anies, Partai Nasdem ditinggalkan oleh pendukungnya, dengan didukung hasil survey pesanan, padahal pada kenyataannya ketika 1 orang pengurus Nasdem mengundurkan diri, ada 5000 orang yang mendaftarkan diri sebagai kader.
Lalu bagaimana kita memaknai itu semua? Di era yang disebut sebagai post modernisme. Dalam paparannya mengatakan bahwa semua yang nyata kini menjadi simulasi. Bahwa semua yang tampak bisa disimulasikan yang benar bisa menjadi salah, yang salah bisa menjadi benar. Karena menurutnya gaya hidup manusia post modernisme adalah mengkonsumsi apa yang nampak menjadi sebuah panutan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi