Jumat, 29 Mei 2026, pukul : 23:55 WIB
Surabaya
--°C

Mengenang Leo Kristi, Sang Musisi Pengelana sampai Akhir Hayat

Leo juga pernah berkuliah di ITS jurusan Arsitektur. Namun kuliahnya tidak terselesaikan dan ia mulai berdagang daster. Dari sinilah ia bertemu Gombloh dan mengawali karir sebagai pemusik keliling (trubadur)

Di kalangan Jurnalis, Leo adalah sosok yang sulit dicari, tetapi bisa tiba-tiba muncul dan menggelar konser. Sebelum dikenal sebagai musisi, pria yang logat Jawa Timurannya masih sangat kental ini pernah menjadi penjual buku Groliers American Books dan karyawan pabrik cat Texmura. Leo juga pernah menjadi penyanyi di restoran “China Oriental” dan “Chez Rose” (1974-1975) dan menyanyi di LIA dan Goethe Institut Surabaya.

BACA JUGA: Sugeng Tindak, Cak Sapari

Musik Leo lahir dalam grup yang ia beri nama “Konser Rakyat Leo Kristi” (KRLK) bersama Naniel Yakin, Mung Sriwiyana, serta kakak beradik Lita Jonathans dan Jilly Jonathans, sampai albumnya yang ketiga. Di album keempat (Nyanyian Cinta), Lita dan Jilly Jonathans digantikan oleh Titi Sutopo /Titi Ajeng/Titi Manyar, dan tetap didukung Naniel dan Mung. Di album ke-5 Yayu masuk formasi, selain Titi, Mung, dan Naniel, tetapi nama Yayu tidak ada lagi pada album ke-6 (Lintasan Hijau Hitam).

BACA JUGA  Hari Raya Idul Adha 1447 H, PAN Surabaya Tebar Kepedulian Lewat Daging Kurban
Foto: tangkapan layar youtube

Tentang Album ke-8 KRLK yang merupakan aransemen baru dari sejumlah lagu sebelumnya, dikerjakannya bersama Titi Manyar, kakak beradik Yana dan Nona Vanderkley, Mung Sriwiyana, Ote Teguh Abadi, Markis Alkatiri dan Wahab, serta beberapa pendukung lainnya.

BACA JUGA: Puisiku

Album ke-9 (Diapenta Anak Merdeka) yang dikerjakannya di Bali dan memakan waktu lama melibatkan Cecilia Mars, Jimmy Sila’a pada keyboards, drums programming, effect, electric bass, cakra; Boge pada keyboards, drums programming, classic gitar. Dore pada keyboards, drums programming “Dayu Jiwa”; Sinyo electric guitar “Bra bra Desember”; Kennedy Gobel: Guitar Hawai “Nafas Anak Merdeka”; Tjok Bagoes (Habil) Suparba: Keyboards; Komang Jayanegara: Cakra, Suara Burung, dan Slamet R. Musik KRL menyenandungkan balada, semangat cinta bangsa, dan kisah-kisah rakyat yang lebih banyak dalam irama folk dan country. (kris mariyono)

BACA JUGA  Idul Adha 1447 H, Masjid Jannatul Firdaus Telkomas Sembelih 13 Sapi dan 2 Kambing

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.