Di antara calon-calon itu dua orang berada pada pole position terdepan, yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Dan, masih ada sisa generasi tua yang tetap muncul sebagai kandidat yang kuat, ialah Prabowo Subianto. Dari kategori usia, Prabowo yang lahir pada 1951 sudah berkepala tujuh dan masuk dalam kategori generasi tua dibanding para politisi genre baru itu. Prabowo kategori Generasi Baby Boomers pasca Perang Dunia II.
Nama Prabowo Subianto masih tetap berada di pole position menyelinap di antara 2 politisi genre baru, Anies dan Ganjar. Dalam berbagai survei, tiga nama itu selalu konsisten muncul saling bersaing memperebutkan pole position.
Prabowo mewakili masa lalu dan duo Anies-Ganjar adalah potret masa depan. Kegagalan Prabowo dalam 3 kali perhelatan pemilihan presiden menjadi catatan kaki tersendiri bagi publik. Tapi, bisa saja runtutan kegagalan ini menjadi nilai plus, karena dianggap sebagai bagian dari pengalaman politik yang berharga.
BACA JUGA: Nasdrun
Sementara Anies dan Ganjar adalah produk yang ‘’fresh from the oven’’ dan menjadi tumpuan harapan akan perubahan. Anies dan Ganjar sudah mempunyai trade-mark masing-masing. Ganjar menarik karena tampilannya yang charming, sederhana, merakyat, dan mampu berbicara dengan bahasa rakyat. Trade mark Ganjar ini lebih mirip seperti fotokopi Jokowi.
Ganjar adalah prototype baru Jokowi. Mungkin kalau diibaratkan dengan gajet Ganjar ialah versi baru dari seri Jokowi. Sementara Anies adalah seri baru hasil dari produk baru yang berbeda dari seri lama yang sudah populer.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi