Pemerintah Iran bertindak tegas terhadap para demonstran. Presiden Iran Ibrahimi Raisi sudah memerintahkan polisi agar kematian Mahsa Amini diusut tuntas dan pelakunya diadili. Tetapi, hal ini tidak membuat para penentang pemerintah puas, sebaliknya gerakan makin meluas.
Polisi bertindak tegas dengan melempar gas air mata dan membubarkan kerumunan dengan tembakan peluru tajam. Setidaknya tercatat 40 orang demonstran yang umumnya emak-emak dan perempuan muda tewas selama 10 hari terakhir. Jumlah korban yang tepat belum bisa dipastikan. Dalam situasi yang keos seperti sekarang sulit mendapatkan angka yang akurat.
BACA JUGA: Bang Edi (1955-2022)
Demonstrasi meluas dan para demonstran semakin berani. Mereka membakar ban dan membuka hijab lalu melemparkannya ke tengah kobaran api. Banyak wanita demonstran yang membawa gunting, membuka hijab dan kemudian memotong rambutnya dan memamerkannya kepada publik.
Emak-emak itu melampiaskan kekesalannya kepada pemerintah yang dianggap terlalu represif terhadap perempuan. Selama 40 tahun pasca-revolusi, baru kali ini perempuan berani melakukan demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan pemerintah. Berbabagi demonstrasi sporadis sangat sering terjadi, tetapi kali ini skalanya jauh lebih besar dan akibat politiknya bisa jauh lebih serius.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi