JAKARTA–KEMPALAN: Anies Baswedan bakal mengungguli pesaing politiknya Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Hasil ini didapat dari survei nasional “Pemilih Muda dan Pemilu 2024 yang digelar Center for Strategic and International Studies (CSIS) periode 8-13 Agustus 2022.
Dalam survei bertajuk Dinamika dan Preferensi Sosial Politik Pascapandemi, saat diberi pilihan hanya dua calon, yakni Anies dan Ganjar, Anies berhasil mengungguli Ganjar dengan 47,8 persen berbanding 43,9 persen. “Usia rata-rata anak muda yang mengikuti survei 17-39 tahun,” kata Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial, CSIS, Arya Fernandes dalam diskusi yang disiarkan di akun Youtube CSIS, Senin, 26 September 2022.
Pertanyaan yang diberikan CSIS kepada responden “Bila Pemilu Presiden dilaksanakan hari ini dan diikuti oleh dua nama di bawah ini, siapakah yang akan Anda pilih sebagai Presiden”.
Dari sisi tingkat elektabilitas, Anies masih berada di tiga besar. Dia mampu meraih 19,9 persen. Ganjar Pranowo berada di posisi pertama (26,9 persen) diikuti Prabowo Subianto (20,1 persen).
Presiden Indonesia terpilih pada 2024 mempunyai tugas berat. Dari survei dilakukan CSIS kali ini, kemampuan membuat perubahan menjadi tugas utama pemimpin ke depan (28,7 persen). Kemampuan memimpin di saat situasi krisis berada di posisi kedua (21,0 persen) diikuti kemampuan membuat kebijakan yang inovatif (14,8 persen), kemampuan mengelola anggaran yang tepat sasaran (12,2 persen).
Kemampuan memutuskan kebijakan yang tepat (7,3 persen), kemampuan berkolaborasi dengan dunia usaha (4,2 persen), kemampuan perencanaan dan eksekusi kebijakan (4,1 persen), kemampuan berkolaborasi di tingkat global (2,6 persen), kemampuan membuat kebijakan-kebijakan yang populis (1,3 persen), kemampuan menggerakkan birokrasi (1,3 persen), kemampuan dalam retorika dan persuasi publik (0,3 persen), dan lainnya (0,5 persen).
Dari survei yang dilakukan, CSIS memberi 6 poin rekomendasi. Keenam rekomendasi itu di antaranya: Indonesia memasuki era baru dalam Pemilu 2024 yang ditandai dengan karakter pemilih muda yang dinamis, adaptif dan memberikan perhatian pada isu-isu domestik dan global (kesehatan, lingkungan, ketenagakerjaan, demokrasi, dan pemberantasan korupsi).
Era baru ke depan akan menandai perubahan arah kebijakan politik pasca-2024, animo pemilih muda untuk aktif dalam politik formal seperti dalam mencalonkan diri di Pileg dan kepala daerah lumayan baik (hampir 15 persen), persepsi pemilih muda mengalami perubahan besar dibanding dua pemilhan sebelumnya, ke depan, visi pemimpin 2024 soal isu-isu kesehatan lingkungan, ketenagakerjaan, demokrasi dan pemberantasan korupsi akan mempengaruhi arah dukungan/pilihan anak muda, catatan strategis lainnya adalah menurunnya dukungan terhadap demokrasi dibandingkan 4 tahun lalu. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi