Rabu, 29 April 2026, pukul : 00:53 WIB
Surabaya
--°C

Pemkot Malang Diminta Tak Reaktif pada Penyebaran KBA Newspaper

JAKARTA–KEMPALAN: Semua pihak, terutama jajaran pemerintahan Kota malang diharapkan tidak reaktif atas  kasus ditemukannya tabloid KBA News di salah satu masjid di Malang. Ada kesan kasus itu dibesar-besarkan untuk kepentingan politik memojokkan satu pihak dan menguntungkan pihak lain.

Ketua Relawan Sobat Anies Nasional yang tinggal di Malang, Nadine Olivia menyatakan hal itu kepada KBA News, Rabu, 21 September 2022, sehubungan dengan maraknya pemberitaan tentang peredaran tabloid KBA News di sebuah masjid di Malang, Jum’at, 16 September 2022. Pertama yang menyitirnya adalah tweet Guntur Romli, yang kemudian disambar oleh para pembenci Anies.

Guntur Romli adalah aktivis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memang secara apriori tidak suka kepada Anies Baswedan. PSI sendiri adalah pendukung Ahok pada Pilgub DKI Jakarta pada 2017, yang sampai saat ini masih membenci Anies karena Anies mengalahkan Ahok di Pilgub tersebut.

Diduga, reaksi Guntur Romli dan kawan-kawannya itu memang disengaja untuk kepentingan politik mereka padahal tidak ada yang salah dari orang yang menyebarkan tabloid KBA News di Masjid di Malang tersebut.

Nadien menyayangkan banyak orang yang bereaksi berlebihan atas kasus ini.

Sebagai Ketua Umum Sobat Anies Nasional, yang merupakan salah satu simpul Relawan Anies menyikapi kasus itu dengan meminta semua pihak saling menahan diri dan tidak mempolitisasi kejadian ini. Semuanya diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh atas isu-isu liar yang muncul dari kasus tersebut.

“Meminta kepala Kepala Daerah (Walikota) Malang beserta jajarannya dan partai-partai politik untuk tidak reaktif. Lakukan penyelidikan yang komperehenship melibatkan semua pihak/stake-holder lainnya agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya.

Belum Saatnya

Ditambahkannya, saat ini belum masuk tahapan kampanye Pilres 2024, sehingga salah besar jika kejadian itu diseret ke ranah kampanye Anies Baswedan. Ini tentunya akan merugikannya yang saat ini masih menjabat sebagai  Gubernur DKI Jakarta.

Ditegaskan, tabloid KBA News bukanlah alat peraga kampanye tetapi sama dengan bulelin atau suratkabar lain yang kebetulan mengangkat profil, kinerja, dan prestasi Anies baswedan selama menjadi rektor, menteri, dan gubernur. Lagi pula, tabloid itu bisa diakses oleh siapa saja baik dalam bentuk fisik maupun secara online melalui web dan akun sosial KBA News.

Nadine mengimbau, tetap menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa yang sengaja diciptakan oleh orang atau kelompok yang tidak ingin Negara ini damai dan sejahtera.

“Mati kita taati semua tahapan Pemilu/Pilres yang ditentukan oleh KPU, hindari polarisasi dan politik identitas yang akan menjadi perusak demokrasi kita,” demikian Nadine.(kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.