Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 23:39 WIB
Surabaya
--°C

Berdayakan IKM, Ubaya Soft Launching Aplikasi Manajemen IKM di Mojokerto

Surabaya–KEMPALAN: Dalam rangka implementasi dharma pengabdian masyarakat, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan soft launching aplikasi manajemen untuk IKM di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tim PKM yang terdiri terdiri dari Felix Handani, sebagai ketua, Endah Asmawati dan  Arif Herlambang, sebagai anggota. Selain dosen, program ini juga melibatkan mahasiswa dari  Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Ubaya. Dosen dan mahasiswa Ubaya berkolaborasi dalam Penguatan Citra dan Sistem Manajerial pada Industri Kecil Menengah (IKM) Selotapak Permai Desa Selotapak Pemai menggunakan teknologi informasi.

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan soft launching aplikasi manajemen untuk IKM di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Selain kegiatan soft launching aplikasi manajemen untuk IKM, tim PKM Ubaya memberi pelatihan penggunaan teknologi bisnis online khususnya bidang pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi pada anggota-anggota dan pengurus IKM. Program PKM bertitel Digitalisasi Manajemen dan Pemasaran pada Kelompok Industri Kecil dan Menengah (IKM) Selotapak Permai ini yang merupakan kerja sama Direktorat Riset, Teknologi  Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kemendikbudristek, dengan Ubaya mempersembahkan sistem informasi manajemen untuk IKM Selotapak Trawas. Adapun lamannya adalah https://ikmselotapakpermai.id

Portal berbasis website itu dikembangkan bersama kolaborasi antara mahasiswa, dosen dan pengurus IKM agar pengelolaan manajemen IKM lebih kuat dan menguatkan citra dari IKM dari sudut pandang khalayak umum. Felix Handani, Ketua Program Kemitraan Masyarakat,  yang juga dosen Teknik informatika Fakultas Teknik Ubaya menyambut positif kolaborasi yang baik antara pihak mitra dengan pihak Perguruan Tinggi. “Dalam perjalanan mengabdi, kami turut bersemangat melihat pertumbuhan dan komunikasi positif di dalam internal IKM ini. Program pengabdian di lingkup pusat hingga turunan di Perguruan Tinggi mendukung dosen dalam mengembangkan komunitas yang lebih dewasa, tangguh dan bersemangat. Selaras juga dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi keleluasaan pihak internal. Universitas bisa menyalurkan kompetensi mahasiswa agar aktivitas pembelajaran lebih bermakna di dunia industri,” terang Felix.

BACA JUGA  Pameran Seni Rupa Harry Suliztiarto: Berpihak Pada Luka
Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan soft launching aplikasi manajemen untuk IKM di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Utomo, Manajer Pengabdian Masyarakat pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya yang hadir saat  soft launching aplikasi manajemen untuk IKM memberikan apresiasi kepada tim PKM Ubaya, IKM Selotapak Permai dan Pemerintah Desa Selotapak. “Kami mewakili lembaga, Universitas Surabaya menyampaikan terima kasih, penghargaan kepada tim PKM Ubaya, anggota IKM Selotapak Permai dan Pemerintah Desa Selotapak karena menjalin kolaborasi,  sinergi dan bekerja bersama mengembangkan potensi yang ada di Desa Selotapak. Ubaya akan konsisten dengan prinsip pengabdian yang dilakukan para dosen Ubaya harus berbasis kebutuhan, permasalahan yang  ada di masyarakat, dan berkelanjutan, sehingga dampak dan kemanfaatannya sangat dirasakan oleh masyarakat, seperti yang dilakukan di Desa Selotapak dan desa-desa lain,” ujar Utomo.

BACA JUGA  Gebrakan Internasional, Labschool UNESA Gandeng NTCUST Taiwan Guna Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Sementara itu, Agus Sugiono, Kepala Desa Selotapak sangat mendukung dan  menyampaikan terima kasih dengan kegiatan  soft launching aplikasi dan pelatihan manajemen untuk IKM. “Kami atas nama Pemerintah Desa Selotapak sangat setuju dan mendukung karena dengan adanya aplikasi untuk IKM dan pelatihan seperti ini sangat membantu mempercepat pemasaran hasil produksi IKM. Manajemen IKM bisa lebih tertata. Karena maju dan tidaknya suatu usaha yang pertama adalah bagaimana cara menata manajemen dengan baik. Salah satunya pendukung untuk agar manajemen bisa lebih baik adalah melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang dilakukan Ubaya.”

Tidak hanya memberikan sebuah sistem, tim pengabdian juga melakukan pendampingan melalui daring ataupun luring sesuai dengan kebutuhan yang ada di internal IKM. “Memang perlu adanya waktu adaptasi dan penyesuaian dengan sebuah sistem yang baru. Namun kami bersyukur, pada kegiatan soft launching dan pelatihan, Bapak-Ibu pengurus menyambut baik untuk kemajuan bersama,” pungkas Agus. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.