Sabtu, 18 April 2026, pukul : 00:19 WIB
Surabaya
--°C

Posisi Monoarfa

Di Cilegon pula Mardiono masuk PPP. Di anak cabang. Saat itu Cilegon masih berstatus kecamatan. “Saya masuk PPP karena kakek saya dulu PPP,” katanya. Sang kakek adalah kiai kampung di Magelang.

Ia kenal Suharso. Sudah lebih 20 tahun. Yakni sejak ia masih menjadi ketua PPP wilayah Banten. “Waktu itu beliau anggota DPR dari PPP,” kata Mardiono.

BACA JUGA: 1000 Tahun

Karir politik Mardiono naik ke pusat ketika Romy Romahurmuziy menjadi ketua umum PPP. Mardiono diangkat menjadi wakil ketua umum.

Maka Mardiono mestinya menjadi Plt ketua umum ketika Romy terkena perkara KPK. Begitulah bunyi anggaran dasar partai. “Tapi Mbah Moen menghendaki lain. Saya ikut saya perintah beliau,” ujar Mardiono. Mbah Moen adalah KH Maimoen Zubair, kiai besar PPP dari Rembang. Jadilah Suharso Monoarfa, ketua majelis pertimbangan saat itu, menjabat Plt Ketua Umum. Lalu terpilih sebagai ketua umum di Muktamar PPP di Makassar.

Sejarah berulang. Mardiono, ketua majelis pertimbangan kini menjadi plt ketua umum. Ibarat sukses yang tertunda saja.

Sejak pindah ke Cilegon itu Mardiono menjadi orang Banten. Punya usaha di sana. Berkembang. Kini ia punya pabrik pipa baja. Punya beberapa hotel. Juga punya perusahaan logistik.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.