Bharada Eliezer mengaku, mendadak ia dipanggil ke bawah oleh Ferdy Sambo. Ketika Bharada Eliezer turun, ia melihat Brigadir Yosua sudah terkapar dan bersimbah darah di lantai.
Sedangkan, Ferdy Sambo disebut Eliezer, berdiri di depan jasad Brigadir Yosua yang terkapar. Sambo (bersarung tangan hitam) memegang senjata api, yang kemudian diserahkan kepada Bharada Eliezer (tanpa sarung tangan). Eliezer menerima senpi tersebut.
BACA JUGA: Motif Parang Rusak Dalam Kasus ‘Polisi Tembak Polisi’
Menurut paparan Kapolri, itu pengakuan awal Eliezer kepada Tim Khusus penyidik. Pengakuan ini mengubah struktur kronologi awal yang sudah diumumkan Polri.
Tim Khusus bertanya ke Eliezer, mengapa Eliezer mengubah keterangan awal (mencabut pengakuan awal).
Eliezer menjawab, karena semula ia dijanjikan Ferdy Sambo bahwa perkara itu akan dihentikan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan – SP3). Tapi, sejak Eliezer ditetapkan tersangka, maka Eliezer tidak yakin perkara tersebut bakal di-SP3. Justru, Eliezer menyadari hukuman berat sedang menantinya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi