Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 05:15 WIB
Surabaya
--°C

Bola Api

Johannes Kitono

Saat ini siapapun Presidennya, BBM pasti naik selama masih ada perang Rusia vs Ukrainia. Kalau terjadi kenaikan angka kemiskinan 2 % adalah gejala global bukan hanya di Indonesia. Para menteri kabinet sudah memberikan signalnya. Hanya tunggu timing yang tepat saja. Siapa tahu masih ada seri kedua Rambo 303 yang bertambah heboh. Sepuluh tahun lalu Esemka sudah coba kurangi BBM dengan listrik PLN tapi gagal.Dan mungkin bangkainya sudah dibesi tuakan oleh kerabat Mahfud MD di pasar Asemka,Jakarta. Saat ini semoga para pejabat kita masih waras, tidak mencoba coba ganti BBM dengan BBA yang diproduksi oleh mesin NIKUBA.

Lukman bin Saleh

D sebuah tempat ada org menyandera penduduk kota. Dia mengancam para sandera jika uang tebusan yg diminta tdk dpenuhi. Hari berganti minggu. Minggu nerganti bulan. Bulan berganti tahun. Tahun demi tahun terus berlalu. Sampai berpuluh2 tahun. Bahkan sampai sekarang. Penyanderaan terus berlangsung. Tuntutan penyanderapun tdk berhenti bahkan semakin banyak yg diminta. Sekarang sudah ratusan triliun. Setiap kali d coba untuk tdk mengabulkan tuntutannya. Dia mengulangi ancamannya. Maka dg leluasa dia terus menyedot uang tebusan. Sialnya blm ada yg bisa atau berani menghentikan aksi penyandera. Sekedar penembak jitupun tidak ada. Semua pasrah. Menyerah kalah. Hanya bisa ngedumel dan meratap. Cerita d atas nyata. Tp sedikit memerlukan penyesuaian. Penyandera: org kaya Yg disandera: penduduk miskin Ancaman: akan lebih d miskinkan Tuntutan: tambah subsidi BBM. 2024 semoga ada yg bisa menghentikan aksi penyanderaan. Aamiin…

BACA JUGA  Sisi 'Gila' Hot Moms Ponorogo Jinakkan Aksara Cemas Lewat Seni Tarung Premium

Rihlatul Ulfa

Saya jadi berfikir bagaimana pusingnya ibu Srimulyani. Bagaimana rasanya menjadi bendahara negara yg terlalu luas ini, bagaimana cara mengurusi 270 jutaan rakyat? Bagaimana agar semuanya merata, mana yg mesti di tambal, mana yg mesti di kurang. Tata kelola yg masih buruk, lebih menyulitkan agar semuanya tepat sasaran. Orang kaya terbiasa diam saat dia ikut menikmati subsidi yg seharusnya hanya untuk rakyat miskin. Dan terbiasa menghilang saat negara mulai menagih uang-uang nya. Di sisi lain orang kaya yg taat pajak seperti hanya di jadikan sapi perah, seperti dijadikan donatur tetap. Tapi parahnya dunia sedang tidak baik-baik saja, di tahun 2022 pun perang masih saja terjadi. Saya berfikir di tahun apa pun itu bisa menjadi masa lalu atau pun masa depan bagi semua orang.

BACA JUGA  DINASTI SETTER SEJOLI IWAN GISO – RITA KURNIATI: Mahakarya Langka yang Mengalirkan Darah Voli Generasi Emas Indonesia
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.