JAKARTA–KEMPALAN: PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menjajaki pengadaan armada mikrotrans listrik. Armada ini bakal di ujicoba untuk rute Tanah Abang-Kota (JAK10) pada September mendatang.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung rencana armada transjakarta mikrotrans listrik. Menurut anggota dewan Fraksi PKS ini menjadi salah satu upaya mendukung target net zero emission di Jakarta.
“Ini menjadi salah satu upaya mendukung target net zero-emission,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS Ismail melalui keterangan tertulis, Jumat, 26 Agustus 2022.
Dia ingin saat uji coba mikrotrans listrik yang dilakukan PT Transjakarta dapat berpengaruh signifikan untuk kualitas udara di Ibu Kota Jakarta.
Dia mengingatkan pihak Transjakarta melakukan pengadaan kendaraan berbasis listrik harus diiringi dengan pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau ‘pom bensin’ mobil listrik.
“Perlu diperhatikan juga aspek keamanan, karena kendaraan berbasis listrik suaranya lebih hening jadi tingkat kecelakaan lebih mudah, ini harus diantisipasi sejak dini,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransjJakarta Anang Rizkani Noor mengatakan MoU ini merupakan bagian dari usaha TransJakarta dalam mengubah seluruh armadanya menjadi kendaraan listrik. Nantinya, transisi ke armada listrik bakal dilakukan secara bertahap.
“TransJakarta secara bertahap akan mengelektrifikasi semua armada dari bus besar hingga mikrotrans. Ini bentuk keseriusan kami mencapai target elektrifikasi seluruh armada hingga 2030 mendatang,” kata Anang dalam keterangan tertulis Jumat, 12 Agustus 2022.
Mikrotrans listrik ini rencananya bakal diuji coba pada rute Tanah Abang-Kota (JAK 10) pada September 2022. Anang berharap penyediaan layanan Mikrotrans dapat memenuhi prinsip perjalanan dari tempat transit transportasi massal ke tempat tujuan, atau first mile and last mile.
“Diharapkan Mikrotrans Listrik ini bisa menjadi kendaraan yang ditemui ketika keluar dari rumah hingga mengantar ke tempat tujuan (First Miles dan Last Miles) yang aman, nyaman dan tentu saja ramah lingkungan,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, armada Mikrotrans Listrik produksi DFSK ini memiliki kapasitas baterai 42 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 KM. Proses pengisian baterai yang cepat yakni 2,5 jam untuk sekali pengisian.
Pengadaan ini telah ditanda tangani oleh Direktur Teknik dan Digital Transjakarta, M. Indrayana dan Direktur Utama PT Bevos Auto Mandiri Hartono Kurniawan, kesepakatan itu ditandatangani di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, Kamis, 11 Agustus 2022 lalu.
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi