Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 07:11 WIB
Surabaya
--°C

Pada Paruh Pertama 2022, Norwegia Tercatat Kehilangan USD 174 Miliar

JAKARTA-KEMPALAN: Sovereign Wealth Fund Norwegia membukukan kerugian terbesar senilai USD 1,3 triliun akibat lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Sovereign Wealth Fund Norwegia yang berbasis di Oslo kehilangan sebesar 14,4 persen dalam enam bulan hingga bulan Juni 2022.

“Pasar jelas tidak turun dalam garis lurus dan, dan kami tidak yakin dalam hal apakah kami telah melihat sedikit titik terendah di sini atau apakah kami akan melihat kelanjutan dari pasar yang sulit,” ucap Chief Executive Nicolai Tangen dilansir dari Bloomberg, Rabu (17/8/2022).

Pemilik perusahaan publik terbesar di dunia telah berusaha untuk meredam ekspektasi sejak akhir tahun 2021. Hal tersebut karena adanya lonjakan inflasi dan juga dampak dari invasi Rusia ke Ukraina.

BACA JUGA  Akselerasi Ekonomi Digital, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali Satukan Sinergi Strategis

Ketidakpastian yang lebih besar adalah ‘New Normal’ dan dana tersebut kemungkinan menghadapi perubahan terbesar dalam 30 tahun terakhir.

Pada paruh pertama, dana tersebut turun sebesar 17 persen pada saham di mana sebagian besar termasuk investasinya. Pada saham teknologi kehilangan sebesar 28 persen dengan Meta Platforms Inc termasuk Facebook dan Instagram serta Amazon memimpin penurunan yang besar.

“Pasar telah ditandai dengan kenaikan suku bunga, inflasi tinggi, dan perang di Eropa. Investasi ekuitas turun sebanyak 17 persen. Saham teknologi berkinerja sangat buruk dengan pengembalian -28 persen, ” pungkasnya.

Sektor energi merupakan satu-satunya sektor dengan kenaikan positif, yaitu sebesar 13 persen karena kenaikan produk olahan, gas, dan minyak. Sehingga total kerugian dari pendapatan tetap mencapai 9,3 persen.

BACA JUGA  Investasi Rahim Bangsa: Cara Tjiwi Kimia Menjaga Saham Masa Depan Lewat GP2SP

“Pada semester pertama tahun ini, sektor energi kembali 13 persen. Kami telah melihat kenaikan harga yang tajam untuk minyak, gas, dan produk olahan,” tambahnya.

Menurut Analis Economist Intelligence Unit, Matthew Oxenford, mengatakan bahwa pada paruh pertama tahun 2022 terlihat gejolak yang signifikan di pasar keuangan secara global dan sebagian besar dana yang terdiversifikasi nilainya telah mengalami penurunan.

Melansir dari Energy Voice, pada 27 Februari Norwegia memutuskan untuk menghapus aset Rusia dari dana tersebut sebagai tanggapan atas invasi negara tersebut ke Ukraina, tetapi mengalami permasalahan dengan penerapan keputusan tersebut setelah Rusia melarang orang asing melakukan perdagangan di pasar sahamnya. (Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.