Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 19:50 WIB
Surabaya
--°C

Gus Choi: Bung Anies harus Tetap Sabar Ketika Dicaci dan Difitnah

JAKARTA–KEMPALAN: Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Banten-DKI Jakarta Partai NasDem, Achmad Effendy Choirie, mengingatkan semua kalangan untuk tidak mempertentangan antara Islam dan nasionalisme.

Dia menegaskan semua rakyat yang menggunakan hak pilihnya nanti pada Pemilu 2024 adalah cinta Tanah Air.

“Kami juga yakin, semua pemilih di Indonesia itu nasionalis. Semua yang datang ke TPS itu cinta Tanah Air. Cinta bangsa dan negara ini. Jangan dikotomi antara Islam dan nasionalisme. Semua muslim di Indonesia itu nasionalis kecuali yang mau ganti Pancasila,” ujarnya, Selasa, 9 Agustus 2022.

Dia menegaskan hal tersebut menanggapi temuan lembaga survei Center for Political Communication Studies atau CPCS yang menyebut sebagian pemilih nasionalis NasDem meninggalkan partai tersebut setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diusung sebagai salah satu bakal calon presiden.

Meski demikian, mantan anggota Komisi I DPR ini tidak mau berpikir lebih jauh sebagaimana sebagian pengamat yang menganggap bahwa hasil survei tersebut hanya bermaksud untuk terus melekatkan citra Islam kepada Anies atau setidaknya Anies diasosiasikan bukan seorang nasionalis.

Namun yang pasti, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab disapa Gus Choi ini, meminta Anies untuk tetap sabar dan terus bekerja meski terus dikirik bahkan difitnah oleh sebagian kalangan.

“Bung Anies ketika dikritik, dicaci maki, difitnah harus tetap sabar. Tuhan bersama hamba-hambanya yang sabar. Tetapi tetap melangkah dengan niat yang baik, penuh optimisme, memberikan bukti peran dan keja nyata untuk Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.

NasDem sendiri akan menjadikan semua hasil survei sebagai masukan yang penting dan berharga agar semua pengurus dan kader bekerja lebih cerdas. Pihaknya yakin Partai NasDem yakin akan tetap bertahan. Bahkan akan bisa melejit pada Pemilu 2024 mendatang dari sebelumnya hanya menduduki peringkat kelima.

“Kami semua jajaran pengurus dan kader tetap yakin dan optimis, bahwa Nasdem akan tetap survive. Bahkan insya Allah bisa masuk 2 atau 3 besar,” demikian Gus Choi.

Dalam rilisnya pertengahan pekan lalu, Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta menjelaskan suara NasDem turun karena ditinggal sebagian pemilih nasionalis setelah partai besutan Surya Paloh ini mengusung Anies Baswedan sebagai capres. Saat ini elektabilitas NasDem 2,1 persen, turun 1,9 persen dari 4,0 persen berdasarkan hasil survei pada April 2022.

Di antara tiga partai yang berpeluang mengusung Anies, hanya PKS yang tampak menikmati kenaikan elektabilitas. Dari 4,4 persen, kini elektabilitas PKS 6,0 persen di bawah PKB (7,1 persen). Sedangkan Demokrat cenderung stagnan (5,3 persen) dari sebelumnya 5,1 persen.

Anjloknya elektabilitas NasDem ini, kata Okta, dibarengi dengan kenaikan eletabilitas partai nasionalis lain. PDIP misalnya, mengalami kenaikan suara dari 18,1 persen menjadi 19,5 persen. Partai Gerindra naik dari 12,3 persen menjadi 13,2 persen. Partai Golkar dari 8,3 menjadi 8,8 persen. Sementara PSI dari 5,5 menjadi 5,6 persen.

“Anjloknya dukungan terhadap NasDem berbanding terbalik dengan kenaikan elektabilitas partai-partai nasionalis lainnya,” jelas Okta. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.