LONDON-KEMPALAN: Dihujat di media sosial sudah jadi salah satu konsekuensi untuk para pesepakbola. Apalagi jika gagal bermain bagus untuk klubnya, otomatis pemain itu bisa menjadi sasaran target hinaan fans.
Seperti yang sudah terjawab di dalam sebuah riset salah satu lembaga riset bernama Alan Turing Institute. Dalam sebuah penelitian yang bekerja sama dengan Ofcom pada paro pertama musim lalu menunjukkan dua pemain Manchester United jadi dua pemain paling banyak dihina.
Kedua pemain tersebut adalah Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire. Keduanya jadi yang paling banyak diincar netizen di Twitter saat bermain buruk.
Hasilnya, CR7 menerima sebayak 12.520 kicauan kasar pada waktu itu. Sedangkan Maguire baru menerima antara 8.954 — hampir 6.400.Lebih banyak dibandingkan dengan pemain berikutnya dalam daftar,
Delapan dari 10 pemain yang mengalami serangan balik terburuk bermain untuk United musim lalu — Ronaldo, Maguire, Rashford, Bruno Fernandes, Fred, Jesse Lingard, Paul Pogba dan David De Gea — ketika mereka finis keenam di liga dan gagal lolos untuk Liga Champions.
Dua pemain lain yang masuk dalam 10 besar adalah striker Tottenham Hotspur Harry Kane, kelima dalam daftar dengan 2.127 tweet kasar yang ditujukan kepadanya, dan Jack Grealish, yang menandatangani kontrak dengan Manchester City dalam kesepakatan senilai £100 juta tahun lalu dan menerima 1.538 poundsterling. posting kebencian.
Penelitian, yang bertujuan untuk mengungkap tingkat permusuhan yang dihadapi para pesepakbola di media sosial, menemukan ada puncak aktivitas ketika Ronaldo menandatangani kontrak dengan United dari Juventus Agustus lalu dan ketika Maguire memposting permintaan maaf setelah kekalahan timnya di derby dari City di November.
Ronaldo telah menjadi berita utama musim panas ini setelah mengajukan permintaan transfer untuk meninggalkan Old Trafford, sementara Maguire telah dicemooh oleh penggemar United dan Inggris dalam beberapa bulan terakhir, dengan manajer klubnya Erik ten Hag mengatakan bahwa satu-satunya cara dia bisa mengalahkan para kritikus itu adalah melalui pertunjukan.
Kevin Bakhurst, direktur grup Ofcom untuk penyiaran dan konten online, mengatakan: “Temuan ini menjelaskan sisi gelap dari permainan yang indah. Pelecehan online tidak memiliki tempat dalam olahraga, atau dalam masyarakat yang lebih luas, dan mengatasinya membutuhkan upaya tim,” ucap Blakhhurst.
Studi ini melibatkan analisis 2,3 juta tweet, di mana hampir 60.000 di antaranya dianggap kasar. Tujuh dari 10 pemain Liga Inggris ditemukan menjadi korban pelecehan online. (ESPN, Yunita Mega Pratiwi).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi