Jumat, 17 April 2026, pukul : 18:30 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi Pesan Impor Jagung Ditekan, Mentan Pastikan RI Tak Impor Jagung Lagi!

JAKARTA-KEMPALAN: Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI, memastikan bahwa sudah tidak mengimpor jagung lagi. Namun, masih akan tetap mengimpor hanya sebagai kebutuhan industri saja.

“Saya ingin sampaikan bahwa bukan hanya beras sebenarnya kita sudah tidak impor, tetapi juga jagung, kecuali yang berkait dengan kebutuhan industri termasuk pemanis dan lain-lain sudah dijelaskan,” ucap Syahrul dalam konferensi pers virtual.

Karena masih ada beberapa kebutuhan yang diimpor, Syahrul mengatakan bahwa atas perintah Presiden Jokowi agar hal tersebut ditekan dengan cara memperluas produksi jagung.

Syahrul meyakini bahwa saat ini adanya kelebihan produksi jagung Indonesia, yaitu jumlah produksi jagung dalam negeri sebanyak 18 juta ton dan kebutuhannya sebesar 14,7 juta ton.

“Tetapi tadi Bapak Menko memberikan penggarisan kebutuhan nasional menjadi sangat penting, nanti sesudah kita lihat apa-apa yang memang harus dilakukan barulah kita berpikir untuk meningkatkan ke langkah-langkah berikutnya baik ekspor maupun peningkatan kebutuhan industri dalam negeri kita,” tuturnya.

Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kebutuhan industri saat ini mulai dari pati jagung hingga snack, pemanis masih impor.

“Kemudian ada juga untuk kebutuhan industri yang baik itu berbasis pati jagung, snack, dan pemanis dan juga industri kesehatan, di bawah 20 parts per billion nah ini yang mereka masih impor,” ujar Airlangga.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi memberikan arahan untuk meningkatkan produksi jagung dalam negeri dengan cara memperluas pertanian jagung mulai dari Papua, Papua Barat, NTT Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara. Selain itu, juga akan meningkatkan produksi bibit jagung.

Dengan total luas lahan 141.000 hektare dan 86.000 merupakan lahan baru,” ungkap Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan keheranan karena jagung yang mudah ditanam di Indonesia dalam kenyataannya masih diimpor dari negara lain.

“Misalnya jagung masih impor, tanam jagung. Nanam jagung di mana pun tumbuh, kenapa masih impor? Kedelai kita juga masih impor, padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai, lakukan ini,” ucap Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, pada Kamis (28/4/2022) lalu. (CNN/Detik/Kumparan, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.