LEICESTER-KEMPALAN: Dua kali sepanjang era Jurgen Klopp berkuasa di Liverpool FC, di Community Shield LFC tumbang dalam babak adu penalti. Yaitu pada Community Shueld edisi 2019 dan 2020.
Setelah kalah 4-5 atas Manchester City dalam Community Shield 2019, LFC kembali keok dari babak adu penalti ketika berhadapan dengan Arsenal semusim setelahnya. Skor kekalahannya di babak adu penalti pun sama persis, 4-5.
BACA JUGA: Hati-Hati LFC, Kata Foden: Haaland Segarang Aguero
Lalu, bagaimana dengan percobaan ketiganya dalam Community Shield di King Power Stadium, Leicester, Sabtu malam WIB? The Reds (julukan LFC) bahkan harus kehilangan dua kipernya di laga ini. Yaitu Alisson Becker dan Caoimhin Kelleher.
Baik Ali (sapaan akrab Alisson) ataupun Kelleher sama-sama mengalami cedera.
’’Ali telah berlatih hari ini (kemarin, Red) lebih lama dari sehari sebelumnya. Saya rasa dia lebih siap untuk kami mainkan pada laga melawan Fulham (pembuka Liga Primer Inggris, 6 Agustus) nanti. Bukan untuk akhir pekan ini,’’ ungkap der trainer LFC Jurgen Klopp.
Klopp memilih untuk mengamankan Ali demi matchweek-matchweek pembuka Premier League. Sekadar diketahui, Ali mengalami cedera abdominal saat LFC dihancurkan Manchester United 4-0 di Rajamangala Stadium, Bangkok, 12 Juli lalu.
BACA JUGA: Grealish-Haaland, Sinyal Duet Mahal di Manchester City
Situasi itu pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi kiper yang ketiga LFC, Adrian San Miguel. Portero berkebangsaan Spanyol tersebut nyaris terlupakan kariernya di LFC. Terutama di dalam semusim terakhir.
Musim lalu, Adrian hanya sekali diturunkan dalam laga Putaran Kedua Piala Liga kontra Preston North End, 27 Oktober 2021. Saat itu, portero berusia 35 tahun tersebut sukses menjaga gawangnya dari kemasukan.
Saat dimainkan dalam laga-laga yang bisa menentukan trofi juara, Adrian dikenal mempunyai faktor keberuntungan. Di balik sukses LFC menjuarai Piala Super Eropa pertamanya pada 14 Agustus 2019 menghadapi Chelsea, ada peran penting Adrian.
BACA JUGA: Darwin Núñez: Main 45 Menit, Cetak 4 Gol
Jordan Henderson dkk ketika itu mampu mengatasi perlawanan Chelsea setelah menang 7-6 dalam babak adu penalti. Laga dilanjutkan dengan babak adu penalti setelah kedua tim gagal menambah kedudukan 2-2 sampai babak adu penalti.
Adrian pun saat itu mampu mementahkan eksekusi algojo terakhir The Blues (julukan Chelsea), Tammy Abraham. Sayangnya, upaya penyelamatan yang dilakukan Adrian tersebut tak bisa menggugah pemikiran Kloppo (sapaan karib Klopp) dalam laga-laga berikutnya di semua semua ajang. (Liverpool Echo, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi