Selasa, 23 Juni 2026, pukul : 00:26 WIB
Surabaya
--°C

Lagi, Aturan Antivaksin Sulitkan Djokovic

NEW YORK-KEMPALAN–Masa bulan madu Novak Djokovic setelah menjuarai Wimbledon 2022 terancam tidak berlanjut. Terutama untuk menyamakan statusnya sebagai penguasa Grand Slam.

Djokovic hanya kalah satu gelar dari Rafael Nadal yang sudah memenangi 22 gelar Grand Slam sepanjang karirnya. Sayangnya, kans Nole (sapaan akrab Djokovic) menyamakan kedudukannya dengan Nadal itu takkan terjadi bulan ini.

BACA JUGA: Arti Besar Gelar Ketujuh Wimbledon untuk Djokovic

Tepatnya dalam ajang US Open 2022 yang berlangsung mulai 29 Agustus sampai 11 September mendatang. Sebab, status Nole yang masih belum divaksin jadi kendalanya masuk ke wilayah teritori AS.

Walaupun pihak penyelenggara US Open menegaskan bahwa mereka tidak menyebut vaksin sebagai syarat untuk bisa bertanding, tetapi pemerintah AS masih memberlakukan aturan WNA belum divaksinasi dilarang memasuki negaranya.

’’Kami pun akan tetap menghormati posisi pemerintah AS terkait aturan masuk ke negara ini,’’ sebut Asosiasi Tenis AS (USTA) dalam keterangan resminya.

BACA JUGA  Gila! UNESA Siapkan Lahan Puluhan Hektare demi Bangun 5 Lapangan Mini Soccer Internasional

BACA JUGA: Visa Ditolak, Djokovic Dideportasi dari Australia

Sampai Kamis malam (21/7), nama Nole masih tercatat sebagai unggulan ketujuh di dalam ajang tersebut. Petisi yang mendukung Nole diijinkan turun di US Open pun sudah tembus hampir 12 ribu tanda tangan.

Situasi yang dihadapi petenis Serbia tersebut membuka peluang petenis calon-calon rival dalam ajang ini. Sebut saja Daniil Medvedev sebagai juara bertahan US Open dan tentunya dari sesama penguasa Grand Slam, Nadal.

Bagi Nadal, comeback dalam ajang ini pun bisa membuka peluangnya untuk menjauhi Nole dalam pengumpulan gelar Grand Slam. Rafa (sapaan akrab Nadal) sudah dua edisi terakhir absen.

BACA JUGA: Tak Ada Final yang ke-30 Antara Nadal-Djokovic

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Kali terakhir dia turun di edisi 2019 dan keluar sebagai pemenang. Petenis berkebangsaan Spanyol tersebut jadi unggulan yang ketiga di bawah Medvedev dan Alexander Zverev. Padahal, saat tersingkir dari Wimbledon, dia juga terkendala faktor cedera.

Djokovic sudah cukup tahu diri dengan statusnya. Apalagi setelah mendapat pengalaman dalam ajang Australian Open 2022, awal tahun ini. Ketika itu dia sampai harus dideportasi keluar dari Australia karena sudah berada di Negeri Kanguru tersebut walaupun dia belum divaksin.

Aturan pemerintah Australia juga sama dengan AS: Melarang WNA belum divaksin masuk ke wilayahnya. Djokovic tidak akan mengulangi tindakan yang dulu dia lakukan di Australian Open. ’’Aku tidak akan terbang ke AS jika tak mengantongi ijin dari pemerintah AS,’’ ucap Djokovic. (Daily Mail, Reuters, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.