Jumat, 3 Juli 2026, pukul : 08:50 WIB
Surabaya
--°C

Kolonel Rokhim Berikan Penjelasan tentang Video Penolakan Deklarasi Relawan Anies

BOGOR–KEMPALAN: Ketua DPD Relawan Anies P-24 Kabupaten Bogor Kolonel (Purn) Abdul Rokhim terpaksa sibuk memberikan penjelasan setelah video singkat mereka berjudul Penolakan Deklarasi Anies Baswedan berdurasi 1 menit 59 detik tersebar di media sosial dan grup-grup percakapan Whatsapp.

“Banyak WA dan telepon dari simpatisan Pak Anies ke saya. Mengira kejadian itu beneran sampai marah kepada yang menolak dan bertanya kejadiannya dimana dan kapan. Setelah saya jelaskan mereka tertawa,” ujarnya, Selasa 19 Juli 2022.

Dia menjelaskan video singkat tersebut merupakan drama atau lakon yang sengaja mereka buat untuk menggambarkan sejumlah keadaan relawan Anies Baswedan yang masih takut-takut dalam mengekspresikan dukungan.

Adegan tersebut mereka buat saat deklarasi Relawan Anies P-24 untuk tiga kecamatan sekaligus, Cisarua, Citeureup, Cibinong, di Villa Bukit Hambalang, Bogor, Minggu, 26 Juni 2022 lalu.

BACA JUGA  UNESA Petanque Tournament, Arena Lahirnya Juara Masa Depan Indonesia

“Saya ingin menunjukkan situasi di mana relawan Anies saat ini kan masih takut-takut atau bagaimana, kan begitu. Kemarin waktu saya mau pasang spanduk di jalan saja, ada teman bilang jangan dipasang, nanti dicopot aparat, dibubarkan. Dari rasa takut-takut itu saya tuangkan (dalam drama) di dalam rangkaian kegiatan deklarasi,” ungkapnya.

Lewat video tersebut, mantan Auditor Madya di Inspektorat Kementerian Pertahanan ini pun meyakinkan bahwa relawan Anies tidak usah takut dalam menggalang dukungan untuk Anies Baswedan sepanjang dilakukan dengan menunjung etika dan hukum.

Apalagi, penolakan biasanya karena masyarakat belum paham. Karena itu tugas relawan adalah memberikan penjelasan secara baik tentang sosok Anies Baswedan dan eksistensi relawan.

BACA JUGA  Gresik Menuju Poros Maritim Dunia: Bupati dan Wamen Transmigrasi Kawal Ekspor Rajungan, Tegaskan Hilirisasi Kawasan Transmigrasi

“(Di video digambarkan) kita didatangi orang yang mengatasnamakan masyarakat, preman. Saya ke depankan dalam dialog itu emak-emak. Saya sebagai ketua mengawasi,” bebernya.

Setelah diberikan penjelasan dan pemahaman dengan baik, orang yang ingin mengganggu bahkan mau membubarkan acara deklarasi pun akhirnya bersedia bergabung menjadi relawan Anies Baswedan.

“Yang menolak Anies itu kurang paham. Setelah tahu bagaimana sosok Anies dan seterusnya, akhirnya simpati. Akhirnya yang mau nolak itu bergabung dengan kita,” katanya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.