SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya didesak agar lebih memperkuat program beasiswa Pemuda Tangguh. Sebab, peminat program beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK sederajat ini masih rendah.
“Pemkot punya kewajiban memperkuat program beasiswa Pemuda Tangguh. Hal ini telah diatur dalam Perwali No 21 dan 50 tahun 2022,” kata anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Hari Santoso, Rabu (13/7).
Menurut Hari, program beasiswa ini diperuntukkan untuk siswa berprestasi dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kemudian melanjutkan masuk ke perguruan tinggi.
Hari mengatakan, program beasiswa dari pemerintah pusat berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dianggap masih kurang luas sasarannya. Terbukti, di lapangan masih ada wali murid dari kalangan MBR yang mengeluh lantaran anaknya tidak tercakup.
“Dari pusat ada KIP tapi kuotanya sedikit, sehingga banyak yang mengeluhkan anaknya lantaran tidak mendapatkan. Akhirnya lahirlah beasiswa Pemuda Tangguh ini,” ujar politisi asal Partai Nasdem Surabaya ini.
Sayangnya, meskipun pendaftaran program beasiswa ini telah dibuka dua kali, yakni pada 17-24 Juni dan kemudian diperpanjang 30 Juni hingga 8 Juli 2022, peminatnya masih kurang. Bahkan, ada rencana pendaftaran akan diperpanjang lagi hingga kuota terpenuhi.
“Bayangkan, sampai penutupan pendaftaran gelombang kedua, siswa SMA/SMK sederajat yang berminat hanya sekitar 5 ribu orang. Padahal, target yang dicanangkan Pemkot Surabaya sebanyak 13.415 siswa,” jelas Hari.
Kurangnya pendaftar ini, lanjut Hari, karena dinas terkait kurang masif dalam melakukan sosialisasi. “Karena itu saya minta agar dinas terkait lebih gencar dalam melakukan sosialisasi, kasihan siswa MBR berprestasi yang membutuhkan beasiswa ini, tapi tidak tahu cara mendapatkannya,” katanya.
Selain itu, ia juga mengimbau Pemkot Surabaya agar menyelesaikan kerja sama dengan Pemprov Jatim untuk menjalankan program beasiswa Pemuda Tangguh atau beasiswa SMA/SMK sederajat inj.
Padahal cara untuk mendapatkan program beasiswa ini cukup mudah. Yakni ber-KTP Surabaya dan memiliki prestasi akademi atau non-akademi. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi