Senin, 22 Juni 2026, pukul : 09:52 WIB
Surabaya
--°C

Pastikan Terbebas dari PMK, Emil Tinjau Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Al-Akbar

SURABAYA-KEMPALAN: Plt Gubernur Jawa Timur Elestianto Dardak meninjau penyembelihan hewan kurban di Masjid Nasional Al-Akbar, Senin (11/7) pagi. Langkah ini untuk memastikan bahwa hewan kurban yang disembelih sehat dan terhindar dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan sangat meresahkan warga.

PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.

Selain terbebas dari PMK, Emil juga memastikan bahwa daging hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat dikemas dengan plastik ramah lingkungan atau compostable bags.

“Menurut saya ini standarnya sudah luar biasa. Karena kalau menggunakan besek saja tanpa plastik, kemungkinan masih ada tetesan atau rembesan darah. Dengan compostable bags, ini lebih ramah lingkungan,” kata Emil Elestianto Dardak.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Kendati demikian, Emil mengakui bahwa penggunaan besek bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, penggunaan besek dan platistik ramah lingkungan tersebut kemudian di-mix-kan.

Daging hewan kurban dimasukkan ke dalam compostable atau tas ramah lingkungan.

Emil menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan mengedepankan higienis. Bahkan, ia melihat ada tiga kompartemen yang dilibatkan, hewan ternak sebelum dipotong tidak melihat yang akan dipotong, dan yang dipotong pun tidak melihat apa yang sudah dipreteli. ‘Jadi ini lebih baik secara psikologis untuk hewan-hewan ternaknya,” ujarnya.

Dial juga mengucapkan Alhamdulillah, karena sejauh ini ia tidak menemukan adanya penyakit pada hewan kurban yang disembelih sehingga berdampak buruk pada konsumen. Menurutnya ini petanda yang bagus bahwa kualitasnya baik dan ia berharap ini juga berlaku di seluruh tempat penyembelihan di Jawa Timur.

BACA JUGA  Jepang Naikkan Biaya Visa hingga Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

Mantan Bupati Trenggalek inj juga menyebut bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas veteriner tidak menemukan adanya cacing hati. Dan kalau toh nantinya ditemukan, sesuai SOP bagian tersebut nantinya akan diisolir. “Bagian jeroannya pun SOP-nya direbus semua untuk memastikan keamanan ketika dimakan,” pungkas Emil Elestianto Dardak. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.