Senin, 22 Juni 2026, pukul : 10:32 WIB
Surabaya
--°C

Mas Bechi

Menurut Nia, masa kecil Kiai Muchtar sangat susah. Ayahnya punya dua istri. Tidak rukun. Termasuk anak-anak mereka. Ekonomi kurang baik. Terutama setelah sang Ayah meninggal.

Muchtar-kecil sampai harus jualan ikan asin. Lalu sekolah di pondok Rejoso, Jombang. Menghafal Quran. Tidak kerasan. Pindah ke pondok Tambak Beras, juga di Jombang. Hanya kuat 8 bulan. Ia lantas belajar kanuragan di Trosobo, Sidoarjo. Lalu jadi guru SD Islam di Lamongan.

Di masa muda itu kesukaan Muchtar adalah mengulang-ulang surah Al Kahfi, satu bagian dalam Quran. Setiap sampai ayat ke 60 hatinya bergetar.

BACA JUGA: Ritme Putin

Anda sudah tahu ayat itu: “Ingatlah ketika Musa berkata kepada murid-muridnya: aku tidak akan berhenti berjalan sampai ke bertemunya dua samudera atau aku akan berjalan bertahun-tahun”.

BACA JUGA  Polsek Tarik Pantau Pertumbuhan Jagung untuk Program Ketahanan Pangan

Surah Kahfi menggambarkan perjalanan tiga anak muda yang diselamatkan Tuhan dari ancaman penguasa. Mereka bersembunyi di sebuah gua. Mereka tertidur. Sampai 300 tahun. Sampai penguasanya sudah berganti-ganti.

Gua itu sekarang jadi pusat turis di Jordania. Saya tidak pernah mempertanyakan kebenarannya ketika ke gua itu kapan itu. Hanya saja terlintas di pikiran: makanya orang yang lagi dimusuhi penguasa baiknya tidur selama 300 tahun.

Nia tidak menyebutkan apakah Muchtar tidak suka penguasa saat muda. Ia memutuskan melakukan perjalanan jauh seperti Musa. Dari makam ke makam. Jalan kaki. Sampai ke Banten. Berguru ke Syekh Jamali. Mendalami tarekat –ilmu hakikat hidup untuk bisa bertemu dengan Tuhan.

BACA JUGA  Polsek Krembung Apresiasi Sekolah Turut Dukung Ketahanan Pangan Melalui Tanaman Jagung
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.