Munculnya tagar ‘’Aksi Cepat Tilep’’ dan ‘’Jangan Percaya ACT’’ menjadi cermin sikap agresif netizen Indonesia. Ketika muncul sebuah kejadian yang kasuistis netizen langsung menyerbu dengan tagar yang berisi umpatan seisi kebun binatang. Publik seluruh dunia tahu mengenai agresifitas netizen Indonesiai ini. Karena itu banyak yang ngeri dan memilih menggembok akun medosnya ketimbang menghadapi serbuan netizen Indonesia.
Ada tudingan yang mengaitkan ACT dengan partai politik berbasis Islam, dan banyak juga yang menghubungkannya dengan radikalisme dan terorisme. Polisi, PPATK, dan BNPT juga ikut-ikutan cepat tanggap dengan mengeluarkan pernyataan kemungkinan ada aliran dana untuk membiayai terorisme. Pengiriman bantuan ACT ke Palestina dan ke beberapa negara Timur Tengah yang dilanda krisis kemanusiaan diduga menjadi sebab munculnya kecurigaan itu.
BACA JUGA: Caltung dan Astung
Salah urus yang menyebabkan konflik di yayasan sudah banyak terjadi di Indonesia. Yayasan-yayasan pendidikan dan sosial besar sangat banyak yang dilanda perseteruan antar-pengurus yang berujung saling gugat dan pecat.
Kasus ACT ini menadi sexy karena melibatkan dana umat yang cukup besar. Ketika pemberitaan negatif banyak menerpa pemerintah, butuh sasaran lain untuk mengalihkan isu. Kasus ACT meledak pada waktu yang tepat. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi