Wawan Wibowo
Lho jangan salah bah, indonesia pernah lulus melewati kondisi mirip-mirip dengan srilanka lho, 1998 dulu, bayangkan dulu beli honda grand 5 juta, lha kok 1 bulan kemudian di jual bisa laku 12 juta, opo ora serem kuwi inflasine
Erngin FAUZI PAU
Kok .. Pak DI sama sekali, TIDAK menyentuh INDEX KORUPSI di Sri Langka.. hehe
Komentator Spesialis
Jangan gembira dulu kita. Jalan terjal di depan mulai terlihat mata. The Fed baru saja menaikkan suku bunga 0.75 basis point. Rupiah langsung melemah, bahkan sempat melewati level psikologis 15.000. Dan saya perkirakan tidak pakai lama akan bertengger di atas level 15.000. Ini serius ! Karena inflasi di AS masih tinggi. The Fed bilang akan melakukan apapun at any cost. Tentunya menaikknman suku bunga adalah pilihan tercepat. Perang Rusia Ukraina tak kunjung selesai. Rusia bahkan menghajar Ukraina dengan rudal setelah kunjungan Jokowi ke moskow. Acara isolasi covid-19 juga sudah mulai bubar dimana mana. Artinya kebutuhan naik, inflasi bakal terjadi. Imbas melemahnya rupiah tentu naiknya hutang dollar pemerintah, BUMN dan swasta kalau di kurs kan ke rupiah. Kedua, yield SBN akan naik. Akibatnya beban bunga (ataupun riba) naik. Menghajar sisi pengeluaran. Di lain sisi, harga komoditas dunia sudah meninggalkan level tertingginya. Dan mungkin akan terus turun, mendekati level sebelumnya. Ini akan menghajar sisi pendapatan. Gelembung ekonomi pecah. Ya…bukan tidak mungkin berimbas ke krisis ekonomi baru.
*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi