Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 16:53 WIB
Surabaya
--°C

Anna Colin

Wawan Wibowo

Lho jangan salah bah, indonesia pernah lulus melewati kondisi mirip-mirip dengan srilanka lho, 1998 dulu, bayangkan dulu beli honda grand 5 juta, lha kok 1 bulan kemudian di jual bisa laku 12 juta, opo ora serem kuwi inflasine

Erngin FAUZI PAU

Kok .. Pak DI sama sekali, TIDAK menyentuh INDEX KORUPSI di Sri Langka.. hehe

Komentator Spesialis

Jangan gembira dulu kita. Jalan terjal di depan mulai terlihat mata. The Fed baru saja menaikkan suku bunga 0.75 basis point. Rupiah langsung melemah, bahkan sempat melewati level psikologis 15.000. Dan saya perkirakan tidak pakai lama akan bertengger di atas level 15.000. Ini serius ! Karena inflasi di AS masih tinggi. The Fed bilang akan melakukan apapun at any cost. Tentunya menaikknman suku bunga adalah pilihan tercepat. Perang Rusia Ukraina tak kunjung selesai. Rusia bahkan menghajar Ukraina dengan rudal setelah kunjungan Jokowi ke moskow. Acara isolasi covid-19 juga sudah mulai bubar dimana mana. Artinya kebutuhan naik, inflasi bakal terjadi. Imbas melemahnya rupiah tentu naiknya hutang dollar pemerintah, BUMN dan swasta kalau di kurs kan ke rupiah. Kedua, yield SBN akan naik. Akibatnya beban bunga (ataupun riba) naik. Menghajar sisi pengeluaran. Di lain sisi, harga komoditas dunia sudah meninggalkan level tertingginya. Dan mungkin akan terus turun, mendekati level sebelumnya. Ini akan menghajar sisi pendapatan. Gelembung ekonomi pecah. Ya…bukan tidak mungkin berimbas ke krisis ekonomi baru.

BACA JUGA  Gelar Juara Dunia di Praha, Putra Tri Ramadhani Tegaskan Dominasi Panjat Tebing Jatim untuk Indonesia

*) Diambil dari komentar pembaca http://disway.id

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.