JAKARTA–KEMPALAN: Suasana kawasan Tebet Eco Park tampak sepi, lalu lintas di Jl Tebet Barat Raya juga terlihat lengang terimbas dari penutupan sementara taman tersebut.
Suasana yang sepi ini dikeluhkan Pedangang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tebet Eco Park. Pasalnya, sejak Tebet Eco Park dibuka kawasan tersebut menjadi lahan pemutaran roda ekonomi bagi sebagain warga di sekitar taman.
Siska, salah seorang PKL menilai Tebet Eco Park berpotensi untuk meningkatkan ekonomi warga.
Ia pun setuju dengan kebijakan Tebet Eco Park yang perlu dilakukan perbaikan akibat kepadatan pengunjung yang ekstrem.
“Sebenernya ada taman ini lumayan buat ekonomi warga sini, cuma ya karena kemarin terlalu membludak setiap hari jadi harus ada perbaikan juga,” ungkapnya, Senin, 16 Juni 2022.
Siska mengaku sudah lama berdagang di kawasan Tebet Eco Park bahkan sebelum taman tersebut diresmikan.
Sejak Tebet Eco Park diresmikan, kata Siska, pendapatannya meningkat. Dalam satu hari Siska dapat mengantongi untung sebanyak 1,5 juta, penutupan taman ini membuat pendapatannya menurun.
“Pendapatan meningkat, sehari dapet 1,5 juta tapi sekarang menurun ya kalau Tebet nggak buka cuma ngarepin dari ojek online sama yang kerja bangunan,” ujarnya.
Siska berharap, setelah kebijakan ini pengelola menyediakan lahan agar memberikan penghasilan dan kenyamanan juga untuk pelaku usaha kecil.
“Harapannya sih nanti kalau emang ada tempat di dalem buat pedangan saya mau, kalau di luar gini kan suka ditertibkan Satpol PP,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup sementara Tebet Eco Park untuk melakukan perbaikan fasilitas.
Kawasan Tebet Eco Park akan dijadikan sebagai zona rendah emisi. Zona rendah emisi ini diberlakukan pada akhir pekan.
Selain itu, Jumlah pengunjung, utamanya di akhir pekan, akan dibatasi sesuai kapasitas taman. Ketertiban dan kebersihan lingkungan akan dijaga secara ketat. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi