Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 06:34 WIB
Surabaya
--°C

Atasi Krisis, Kemendag Kontrol Distribusi Minyak Goreng Lewat Aplikasi

JAKARTA-KEMPALAN: Kementerian Perdagangan Indonesia telah melakukan langkah strategis untuk dapat mengatasi krisis dan menstabilkan harga minyak goreng di masyarakat Indonesia.

Tindakan Kemendag tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.33 Tahun 2022 yang mengatur tata kelola program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR).

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan, mengatakan bahwa kebijakan tersebut memiliki tujuan untuk dapat memberikan minyak goreng yang paling murah ke masyarakat.

Idealnya, Kemendag mengatakan minyak goreng curah dipatok dengan harga Rp. 14.000 per Liter.

Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi juga mengharapkan adanya kebijakan tersebut dapat memastikan penyaluran minyak goreng dapat tepat sasaran.

Dalam tindakannya, Kemendag akan menggunakan aplikasi dengan sistem Closed Loop untuk membantu memantau distribusi minyak goreng curah.

Aplikasi hanya digunakan untuk proses distribusi atau penyaluran untuk memastikan semua rakyat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang murah.

“Melalui aplikasi, pemerintah memastikan distribusi minyak goreng curah dapat dipantau dan dikontrol” ucap Muhammad Lutfi pada Kamis (9/6).

Muhammad Lutfi menjelaskan bahwa pada saat ini, di Indonesia, terdapat 17 Ribu pasar rakyat dengan jumlah penjualan minyak sebanyak 10 Ribu titik.

Dengan adanya data tersebut, jika menggunakan aplikasi, maka dapat meninjau dan mengontrol 65% pasar.

Dalam implementasinya, pihak pengecer akan dipantau dan divalidasi menggunakan aplikasi—sehingga terdapat catatan realisasi yang dilihat oleh pihak Kemendag.

Kemudian untuk konsumen, ia mengatakan bahwa konsumen yang ingin membeli minyak goreng hanya menunjukkan KTP dan diberikan batasan 2 Liter per Orang setiap harinya.

“Validasi akan dilakukan secara fisik di lapangan oleh Satgas Pangan. Termasuk bukti validasi penjualan minyak goreng curah ke konsumen. Pihak konsumen juga membeli menggunakan KTP atau NIK” ucap Kasan, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag.

Selain minyak goreng, Menteri Perdagangan Indonesia juga menambahkan bahwa sebagian harga bahan pokok masih tinggi, khususnya cabai.

Ia menyebutkan hal tersebut terjadi karena curah hujan yang masih tinggi.

Namun ia mengharapkan bahwa harga akan segera turun seiring dengan panen yang akan dilaksanakan dalam beberapa minggu kedepan. (CNN/Kompas/Merah Putih, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.