NEW DELHI-KEMPALAN: Dunia internasional telah mengecam keras adanya tindakan dari Juru Bicara Partai BJP yaitu Nupur Sharma karena telah menghina Nabi Muhammad.
BJP (Singkatan dari Bharatiya Janata Party) merupakan partai dominan yang pada saat ini menguasai India.
Nupur Sharma dikatakan menghina Nabi Muhammad beserta istri kesayangannya yaitu Aisyah pada Senin (6/6) dalam debat di TV.
Hinaan tersebut kemudian sudah mendapatkan banyak kecaman dan celaan dari dunia internasional,
Sudah terjadi kekacauan di India dan meminta Juru Bicara partai tersebut ditangkap.
Duta Besar Kuwait dan Qatar di India juga sudah memanggil pemerintah India untuk segera melakukan klarifikasi serta memberikan pernyataan mirisnya dan mengecam partai BJP.
“Qatar memanggil pemerintah India untuk segera klarifikasi dan meminta maaf kepada semua Muslim di dunia” ucap Juru Bicara Duta Besar Qatar.
Spokesperson for Ministry of Foreign Affairs @majedalansari : Qatar Demands Public Apology from Indian Government for Remarks of Official in Ruling Party Against Prophet Mohammed#MOFAQatar pic.twitter.com/NnN1khKw6X
— Ministry of Foreign Affairs – Qatar (@MofaQatar_EN) June 5, 2022
Menteri Luar Negeri Pakistan juga sudah merilis pernyataan yang mendesak Partai BJP untuk merespons tindakan salah satu politikusnya.
“Perkataan tersebut tidak dapat diterima—karena menyakitkan bagi Pakistan dan juga Miliaran orang Muslim di dunia” isi pernyataan Menteri Luar Negeri Pakistan.
Selain itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)—organisasi internasional terbesar kedua setelah PBB juga sudah menyuarakan kecamannya.
“Sekretaris Jenderal OKI mengecam keras tindakan dari partai berkuasa di India kepada Nabi Muhammad” isi pernyataan dari OKI.
Berdasarkan analisis dari Aljazeera, pada beberapa tahun belakangan, partai BJP telah memobilisasi narasinya untuk ‘Anti-Islam’.
Padahal di sisi lain, India memiliki populasi Islam besar di negaranya sehingga akan ada ‘Penyesalan’ bagi India—dan sudah mulai terbukti sekarang.
Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (USCIRF) mengatakan bahwa India menjadi tingkat paling atas dalam ‘Kekhawatiran kebebasan beragama’.
Komisi tersebut memberikan pernyataan bahwa India melakukan kekerasan terhadap kebebasan beragama yang sistematis.
“Pada tahun ini, Pemerintah India meningkatkan promosi kebijakannya yang menjadi agenda Hindu-Nasionalis—yang kemudian berdampak kepada semua agama lain di India termasuk Muslim, Kristen, Sikh dan lainnya” isi laporan USCIRF.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi