Minggu, 12 Juli 2026, pukul : 01:54 WIB
Surabaya
--°C

Cinta Maut di Tangerang dan Teori PDA

Kombes Zain: “Pelaku kembali lagi ke TKP, membawa cutter merah. Lalu menyayat leher korban, memastikan korban benar-benar meninggal. Dan, merusak wajah korban dengan cutter, upaya menghilangkan jejak.”

Rabu, 1 Juni 2022 sore, mayat Bayu ditemukan warga. Dilaporkan ke polisi. Di dekat tubuh Bayu ada cutter warna merah. Identitas korban segera diketahui, lalu polisi memburu dan menangkap Fachrul dan Dea.

Cinta segi tiga umumnya berakhir dengan kekerasan. Puncaknya adalah pembunuhan.

Catherine Manning, Direktur SEED (Self Esteem Education and Development) konsultan kenakalan remaja di Australia. Terutama, ahli bidang percintaan muda-mudi.

BACA JUGA: Komparasi Begal Jakarta Banding New York

Dalam wawancara dengan The Sydney Morning Herald, 30 April 2016, menyatakan, cemburu memang sangat berbahaya. Baik bagi orang yang cemburu, dan orang lain.

BACA JUGA  Polsek Tarik Dampingi Petani Jagung di Desa Kedungbocok, untuk Sukseskan Ketahanan Pangan

Manning menyatakan, cemburu itu delusi. Delusi adalah, meyakini hal yang belum nyata. Atau belum terbukti nyata. Dalam kondisi belum terbukti itulah, justru memicu tindakan membabi-buta. Karena, imajinasi pecemburu sudah melampaui kenyataan.

Mungkin, itu pula disebut cemburu buta.

Di kasus Tangerang, kenyataan ada hubungan antara Dea dengan Bayu. Terbukti mereka saling chat. Tapi, belum terbukti Dea-Bayu berhubungan seks. Di kondisi belum terbukti itulah melambungkan imajinasi pelaku, seolah-olah Dea-Bayu pernah berhubungan seks.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.