Manning menyatakan, cemburu bisa timbul akibat salah satu dari pasangan (pria atau wanita) melakukan Public Displays of Affection (PDA). Atau memamerkan kemesraan pasangan yang berpacaran.
Pelaku PDA, menurut Manning, kebanyakan wanita. Sebab, wanita akan merasa lega (tepatnya bangga) jika dia diinginkan oleh pria. Kebanggan itu dirasa perlu dipamerkan.
Di kasus Tangerang, teori Manning ini, bisa masuk. Bisa tidak. Tergantung penyidikan. Apakah Dea sengaja memamerkan mantannya kepada Fachrul. Atau Fachrul tipe pecemburu yang selalu memeriksa HP pacarnya.
BACA JUGA: Kasus Anak Kandung Wenny Divonis A Contrario
Sebaliknya, pria tak ubahnya hewan (apa pun) jantan yang cenderung menguasai betina pasangannya. “Semua unggas, atau hewan buas seperti singa, jantan memonopoli seks betina pasangannya. Dan, selalu saja muncul jantan lain yang hendak merebut si betina,” tulisnya.
Digambarkan, burung jantan menarik betina dengan kicau indahnya. Lalu menguasai si betina. Terjadilah kawin. Jika kemudian ada jantan lain mendekat, maka jantan-jantan bertarung kicauan. Duel kicau. Memikat betina (yang senyum tipis-tipis).
Tapi manusia bukan hewan. Pasti.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi