BEIJING-KEMPALAN: Kota Shanghai yang menjadi pusat finansial Tiongkok telah mengumumkan rencananya untuk membuka kembali kotanya pada 1 Juni mendatang.
Pada saat ini, kota Shanghai telah berada dalam lockdown selama 6 minggu.
15 dari 16 distrik juga sudah melakukan lockdown secara penuh.
Sekitar 26 Juta warga Shanghai terkurung di rumahnya—tanpa mengetahui kapan kasus COVID-19 akan mereda.
Rantai pasok global dan finansial juga terganggu—karena Shanghai memainkan peranan penting untuk ekonomi Tiongkok dan juga ekonomi regional serta global.
Namun, pada saat ini, warga Shanghai memiliki sedikit harapan karena pemerintah kota Shanghai telah berencana untuk membuka lockdown.
Berdasarkan media Tiongkok, melansir dari Aljazeera, rencana pembukaan kembali kota Shanghai akan berjalan dalam beberapa tahap.
Tahap paling penting serta priotitas utama adalah melanjutkan kembali produksi industri dan manufaktur serta bisnis.
Selanjutnya, prioritas kedua adalah pembukaan toko grosir, apotik, dan warung kelontong.
Sekolah, taksi dan kendaraan umum akan dibuka secepatnya.
“Dari 1 Juni hingga akhir Juni, selama risiko COVID-19 telah terkontrol, maka kami akan menjalani kembali kehidupan normal di Shanghai” ucap Zong Wakil Walikota Shanghai.
Meskipun rencana tersebut sudah mulai dibahas di pemerintahan, ternyata masih banyak warga Shanghai yang merasa skeptis.
Hal tersebut terjadi karena beberapa kali warga Shanghai dikecewakan oleh pemerintah kota Shanghai terkait pembukaan lockdown.
Beberapa orang juga masih menganggap akan membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kehidupan normal di Shanghai karena jalan-jalan di Shanghai ditutup dan di blokade—kemudian banyak pintu toko yang disegel sehingga akan diperlukan beberapa hari atau minggu untuk membuka kembali semuanya.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi