Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 01:43 WIB
Surabaya
--°C

PD Sumekar; Jualan Beras Untuk Bayar Utang. Sisanya Santuni si Janda….

PD Sumekar Jualan Beras

Berapa bunga kredit itu? Hasil penelusuran: Pinjaman PD Sumekar hanya dibebani bayar bunga tiap bulan. Sekitar Rp 15 juta per bulan. Pokok pinjaman dibiarkan utuh.

Beban itu muasal kebongkar keuangan PD Sumekar yang terseok-seok. Setelah banyak suplier beras yang berteriak tak dibayar oleh PD Sumekar.

PD Sumekar baru menjalankan lapak beras ASN dari TPP pada bulan Oktober 2021.

Bulan itu baru 300 TPP ASN yang memberi tanda tangan persetujuan untuk dipotong sebesar Rp 105 ribu untuk 10 Kg beras lokal.

Pada bulan November 2021 meningkat sebanyak 700 TPP ASN. Pada bulan Desember, sebanyak 1000-an ASN.

Sebanyak uang TPP ASN yang untuk beli beras ASN ditampung di BPRS Bhakti Sumekar.

Sayang. Uang untuk beli beras harus terpotong bayar tunggakan bunga kredit yang dipinjam PD Sumekar. Sebesar Rp 60 juta terdebet di BPRS karena nunggak bayar bunga kredit.

Awal tahun 2022. Tepatnya bulan Januari. Sebanyak 1.800 ASN bersedia TPP dipotong untuk beli beras yang dikelola PD Sumekar.

Pada bulan Februari-Maret. Sebanyak 2000-an TPP ASN yang bersedia beli beras 10 Kg dengan harga Rp 105 ribu.

Berapa keuntungan PD Sumekar dari jualan beras itu?

Humas PD Sumekar Adi Pranoto menyebut: PD Sumekar beli ke suplier seharga Rp 9.300 per Kg. Kemasan dari PD Sumekar.

“PD Sumekar hanya untung Rp 500,- per Kg,” jelas Adi kepada kempalan.

Informasi lain menyebut: suplier beli gabah petani Rp 7.500 per Kg.

So….yang banyak untung suplier dong? Informasi lain menyebut: PD Sumekar yang banyak untung.

Itungan versi sumber kempalan. Begini:

PD Sumekar untung Rp 2 ribu per Kg x 20.000 Kg (kebutuhan TPP ASN)

“Keuntungan Rp 40 juta per bulan diperoleh PD Sumekar dari jualan beras itu,” sebut sumber kempalan.

Sumber itu menyebut: Uang Rp 40 juta itu, diambil BPRS Rp 15 juta untuk bayar bunga kredit. Sisa kas PD Sumekar Rp 25 juta.

“Uang Rp 25 juta untuk gaji direktur dan karyawan lainnya,”.

“Sisanya untuk bayar listrik dan operasional kantor,” sambung sumber itu.

Sumber lain memberi informasi ke kempalan:

“Bisa jadi sisanya lagi untuk nyantuni si janda miskin dan anak yatim,”.

Hehe..

Tabik…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.