Menu

Mode Gelap

kempalansport · 30 Apr 2022 09:30 WIB ·

Bawa Deltras ke Liga 2, Alhadad: Alhamdulillah Tugas Saya Sudah Selesai


					Muhammad Zein Alhadad Perbesar

Muhammad Zein Alhadad

SURABAYA-KEMPALAN: Muhammad Zein Alhadad kembali mengukir prestasi di bidang kepelatihan. Dia berhasil membawa Deltras Sidoarjo lolos ke Liga 2 Nasional pada kompetisi musim depan. Padahal, sebelumnya tim berjuluk The Lobster ini kurang diperhitungkan. Pasalnya, Deltras merupakan tim terakhir yang lolos mengikuti Liga 3.

“Sebelum lolos ke Liga 2, perjuangan Deltras sangat berat. Sebab, pemain-pemain yang bagus sudah banyak yang direkrut tim lain,” kata Mamak–panggilan akrab Muhammad Zein Alhadad, Jumat (29/4).

Tapi, lanjut Mamak, karena dirinya suka tantangan, maka dia bersedia ketika diminta untuk menangani Deltras. Apalagi dirinya diminta langsung oleh tiga petinggi sepak bola Sidoarjo yang sangat ia hormati dan segani, yakni Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh, CEO Deltras Amir Burhanuddin, dan mantan Kapolres Sidoarjo Sumardji.

“Ketika ditawari saya tidak menolak dan langsung saya terima, tanpa melihat berapa nilai kontrak dan gaji,” cerita Mamak yang sebelumnya belum pernah menangani tim Liga 3.

Selain karena ketiga figur tersebut, Mamak merasa punya sejarah dengan klub kebanggaan warga Sidoarjo ini. Mengingat, sebelumnya ia sudah pernah sukses menangani timnThe Lobster di Copa Indonesia 2008-2009.

Kala itu, The Lobsters sempat terseok-seok pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Namun, Deltras bisa bangkit pada turnamen Copa Indonesia (Copa Dji Sam Soe) tahun 2009.

Di bawah asuhan Mamak, Deltras menjadi tim yang berbahaya dalam turnamen Copa Indonesia dengan meraih peringkat ketiga di akhir turnamen.
Bahkan pada tahun itu Deltras berhasil mengalahkan Persija di babak semifinal.
Klub berjuluk Macan Kemayoran yang saat itu masih dilatih Danurwindo itu pun gagal melangkah ke final Copa Indonesia.
Meski hanya meraih peringkat ketiga Copa Indonesia, Mamak sukses menyabet predikat pelatih terbaik di turnamen tersebut.

Selain Mamak, empat pemain Deltras juga menerima Anugerah Bintang Emas Copa Indonesia tahun 2009.
Yakni, Danilo Fernando (gelandang terbaik), Saifudin (kiper terbaik), Christian Rene Martinez (penyelamatan terbaik), dan Edesio Sergio Junior (gol terbaik).

Setelah bersama Deltras, Mamak memutuskan untuk berlabuh ke Manado United pada tahun berikutnya. Pelatih berambut Ical ini juga pernah menyelamatkan Persija Jakarta dari jurang degradasi pada kompetisi Liga Indonesia 2016.

“Saat itu, Persija yang ditangani Paolo Camarco nyaris terdegradasi karena 14 pertandingan tidak pernah menang. Namun, saat saya diminta menggantikan posisinya, mampu membalikkan keadaan. Persija akhirnya lolos dari jurang degradasi,” ujar Mamak.

Mamak juga sempat menambah ilmu kepelatihan dengan mengikuti trial bersama klub Malaysia, Johor, yang saat itu dilatih oleh Fandi Ahmad.

Di sana ia hanya belajar sekitar 1,5 bulan dan sekaligus belajar manajemen klub profesional.

Pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan A AFC ini juga sempat menjabat sebagai Asisten Pelatih Timnas U-23 tahun 2013 dengan membantu Aji Santoso sebagai pelatih kepala.

Sementara itu, dalam karirnya sebagai pemain sepak bola, pria keturunan Arab yang merupakan legendaris Niac Mitra Surabaya dan timnas ini pernah beberapa kali menjadi top skor serta menyabet gelar pemain terbaik, baik di event nasional maupun internasional.

Mamak selama ini juga dikenal sebagai pelatih yang sangat selektif dalam memilih klub. Terbukti, beberapa kali ia diminta untuk menjadi pelatih di Liga 1 maupun Liga 2, tapi ditolak karena kurang sreg dengan hatinya.

“Tapi, ketika saya ditawari melatih Deltras di Liga 3, langsung saya terima karena saya merasa cocok dan senang. Apalagi saya diminta langsung oleh Pak Riyadh, Pak Amir, dan Pak Mardji,” tegasnya.

Ketika itu, ia diberi tugas membawa Deltras lolos ke Liga 2 Nasional. “Alhamdulillah, tugas saya membawa Deltras lolos ke Liga 2 sudah tercapai. Kini kontrak saya bersama Deltras sudah selesai, sudah tidak ada ikatan kerja lagi,” kata Mamak.

Meskipun kini ia tidak lagi dipercaya menangani Deltras di Liga 2 Nasional, baginya tidak ada masalah karena dianggap sudah biasa dalam dunia sepak bola. Justru dia mendoakan agar Deltras lebih berprestasi dan bisa lolos ke Liga 1 pada musim berikutnya.

“Yang pasti, saya berterima kasih kepada ketiga orang tersebut (Ahmad Riyadh, Amir Burhanuddin, dan Sumardji), manajemen Deltras, dan suporter atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menangani Deltras dan sukses lolos ke Liga 2,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Thailand Open 2022: Fajar/Rian Tantang Juara Dunia di Final

21 Mei 2022 - 22:05 WIB

Akhiri Karir Bersama Real Madrid, Ini Hadiah dari Ancelotti untuk Marcelo

21 Mei 2022 - 11:24 WIB

Emas SEA Games jadi Modal Dila Menuju Roland Garros

21 Mei 2022 - 07:45 WIB

Keren, Arek Krembung Ini Raih Medali Emas SEA Games 2021

20 Mei 2022 - 23:13 WIB

Raih Emas, Eko Yuli Meneruskan Tradisi Medali

20 Mei 2022 - 22:47 WIB

Terancam Finis di Belakang Lazio, Jose Mourinho Tak Peduli

20 Mei 2022 - 21:45 WIB

Trending di kempalansport