Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 25 Apr 2022 08:14 WIB ·

Bulan Termulia Turunnya Al Qur’an


					Al Qur'an Perbesar

Al Qur'an

Renungan Akhir Ramadhan

Oleh Ferry Is Mirza

Wartawan Utama Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim

HARI AHAD kemarin, setelah dari Jabbal Tshur dan saat akan kembali ke hotel, alhamdulillah penulis sempat berhenti melihat Jabbal Nur tempat Gua Hira ketika Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam menerima wahyu dari Allah yang dibawa malaikat Jibril yaitu surah Iqra (bacalah). Bacalah yang dimaksud adalah mengaji Al Qur’an.

Al Qur’an memiliki hubungan erat dengan bulan suci Ramadhan karena Al Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan. Dan di bulan suci ini gema suara mengaji tak hanya di Makkah saja tapi di seluruh benua pelosok dunia.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,”
(QS. Al Baqarah : 185)

Ramadhan sebagai bulan istimewa penuh rahmat, berkah, dan maghfirah, di dalamnya diturunkan Al Qur’an, kitab termulia diturunkan kepada Nabi termulia dan di malam termulia (malam Al-Qadar) serta di bulan yang termulia.

Oleh sebab itu, Rasulullah lebih sering dan lebih banyak membaca Al Qur’an pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Bahkan, malaikat Jibril pun turun langsung untuk me-murajaah atau mengecek bacaan Al Qur’an beliau.

Atas dasar hubungan inilah, umat Islam sejak zaman Nabi Shalallahu Alayhi Wasallam sampai sekarang mengkhususkan sebagian besar waktunya pada Ramadhan untuk tilawatul Qur’an.

Kewajiban kita sebagai muslim untuk berinteraksi dengan Al Qur’an minimal dengan lima hal.

Pertama, membacanya dengan benar. Kita wajib membaca Al Qur’an sesuai dengan aturan tajwid, sebagaimana yang telah diajarkan secara talaqqi dari Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam sampai kepada kita.

Kedua, memahami makna Alquran.
Setiap muslim wajib berusaha untuk memahami makna Al Qur’an secara baik dan benar sehingga bisa mengambil petunjuk dan pedoman hidup darinya.

Ketiga, mengamalkan isi kandungan Al Qur’an.
Untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, kita wajib menjadikan Al Qur’an sebagai manhajul hayah (pedoman hidup).

Allah menegaskan,
“Barang siapa yang berpaling dari Al Qur’an-Ku maka baginya kehidupan yang sempit dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta.”
(QS.Thaha: 124-125)

Keempat, menghafalkan Al Qur’an.
Kita dituntut untuk menghafalkan ayat-ayat dan surah dalam Al Qur’an semampunya. Sebab, seorang muslim yang dalam dadanya tidak ada hafalan Al Qur’an bagaikan rumah yang hancur berantakan.

Kelima, berinteraksi dengan Al Qur’an adalah menadaburi ayat-ayat Al Qur’an.
Sebagai muslim, kita dituntut untuk merenungi kandungan makna dan isi Al Qur’an sehingga kita bisa menghayati ayat- ayat dan mengambil ibrah serta pelajaran darinya.

Selamat berinteraksi dengan Al Qur’an di akhir bulan Ramadhan yang disebut sebagai Syahrul Qur’an.

fimdalimunthe55@gmail.com dari Makkah Almukarramah

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Miing Bagito Akan Jalani Bypass Jantung, Minta Dimaafkan

20 Mei 2022 - 18:51 WIB

Oligarki Digital dan Zombie Metaverse

18 Mei 2022 - 06:44 WIB

Untung Ada Vina Panduwinata & Reza Artamevia Menemani Keliling Melbourne

17 Mei 2022 - 20:06 WIB

Kunci Ketenangan

17 Mei 2022 - 07:50 WIB

Demo Mahasiswa dan Reproklamasi Republik

15 Mei 2022 - 07:43 WIB

Oligarki Merampas Masa Depan Mahasiswa

14 Mei 2022 - 09:38 WIB

Trending di Kempalanda