0LONDON-KEMPALAN: London is Blue, atau London is Red. Gooners atau True Blues. Tapi, di mata pebalap Formula 1 dari tim Mercedes-AMG Petronas Lewis Hamilton, London ya tetap London. Seperti kecintaannya akan klub sepak bola dari London.
Menemukan jati dirinya sebagai seorang Gooners (sebutan fans Arsenal) setelah “berkelana” dari Tottenham Hotspur dan Manchester United, Hamilton selangkah lagi akan memasukkan Chelsea di dalam kehidupannya.
Karena, Jumat (22/4) menjelang Grand Prix Emilia Romagna di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola, Hamilton dengan sahabat dekatnya Serena Williams terkonfirmasi ada dalam konsorsium Martin Broughton yang akan mengakuisisi Chelsea.
Dengan nilai penawaran yang mencapai lebih dari 200 juta Pounds (Rp 3,71 triliun), juara dunia Formula 1 tujuh kali itu selangkah lagi masuk dalam bagian dari kepemilikan The Blues (julukan Chelsea).
Tak peduli latar belakangnya sebagai seorang Gooners. ’’Sejak kecil aku penggemar berat sepak bola. Aku bermain dengan anak-anak seusiaku, aku benar-benar ingin menyesuaikan diri. Aku di sana jadi satu-satunya anak berkulit berwarna. Kami mendukung klub yang berbeda,’’ ucapnya.
Spurs atau United yang paling banyak diidolakan. ’’Aku ingat pernah beralih dari tim-tim ini di saat aku masih muda. Saat aku pulang ke rumah, saudara perempuanku Sam meninjuku beberapa kali di bagian lenganku dan berkata aku harus jadi fans Arsenal. Sejak usia enam tahun aku jadi Gooners,’’ kenang Hamilton.
Terry, pamannya, jadi sosok yang merepresentasikan Chelsea dalam keluarganya. Terry-lah yang kerap mencekokinya dengan siaran-siaran sepak bola Arsenal. Terkadang keduanya berangkat ke stadion menonton laga derby London itu.
Pada akhirnya, Hamilton lebih suka dirinya dianggap sebagai penggemar olahraga. Tak sekadar fans balapan mobil Formula 1 ataupun sepak bola. Dia pun melihat Chelsea sebagai klub besar di Inggris dan di dunia.
’’Ketika aku mendengar tentang peluang ini (memiliki saham mayoritas di Chelsea), aku berpikir ‘Wow, ini salah satu peluang terbesar untuk menjadi bagian dari sesuatu yang begitu hebatnya,’’ sebut Hamilton.
Hamilton menyebut dirinya berbagi visi positif dengan konsorsium untuk masa depan klub. ’’Ini adalah tim, ini semua tentang komunitas, itulah yang benar-benar membentuk sebuah tim sepak bola,’’ terang pembalap berjuluk One Billion Dollar Man itu.
Sir Lewis Hamilton pun tak pernah takut dia akan merugi ketika punya saham di klub sepak bola seperti Chelsea. ’’Aku ingin menjadi bagian dari tim ini, mengelolanya untuk bergerak maju lalu meningkatkannya dan perlahan-lahan memastikannya tidak terjadi kerugian,’’tutur pebalap berusia 37 tahun itu. (The Guardian, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi