Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 19 Apr 2022 08:00 WIB ·

Senyum Tenang


					Foto: health.detik.com Perbesar

Foto: health.detik.com

KEMPALAN: MENGAPA dokter Terawan kelihatan tenang-tenang saja? Dan senyum-senyum saja? Dan justru masih terlihat memberikan suntikan vaksin Nusantara ke seorang pejabat tinggi? Yang videonya viral di medsos? Padahal, Anda sudah tahu: ia baru saja dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Yang otomatis, mestinya, tidak bisa lagi praktik dokter.

Senyumnya pun, saya lihat, tidak berubah. Tidak juga terlihat senyum yang menantang. Bukan pula senyum yang di-mencep-mencep-kan.

Itu senyum kesehariannya.

Heran, kok ia terus tersenyum.

Tentu Anda tidak tahu.

Saya juga tidak tahu.

Hanya ia yang tahu.

BACA JUGA: Dokter Sumpah

Dugaan saya, itu karena ia merasa tidak bersalah. Juga tidak punya rasa takut. Atau cuek. Atau terserah saja…

Saya sengaja tidak mau menanyakan itu kepadanya. Biar pun hubungan saya baik. Itu karena saya sudah pernah bertanya. Berkali-kali. Jawabnya selalu sama: saya ini hanya ingin menolong orang, berbuat terbaik untuk bangsa, tidak peduli dibilang apa, tidak mikir dilakukan apa. Kalimat-kalimat persisnya bukan itu tapi serupa dan senada dengan itu.

Saya putar dengan teknik pertanyaan memutar. Pun jawabnya konsisten.

Mengapa ia patut diduga merasa tidak bersalah?

Tentu Anda tidak tahu.

Saya juga tidak tahu.

Jangan-jangan ia juga tidak tahu.

Justru teman saya yang tahu. Setidaknya merasa tahu. Atau sekadar menduga untuk tidak dibilang sok tahu.

Teman saya itu orang Jerman. Asal Malang. Sudah lebih 40 tahun di sana. Awalnya sekolah apoteker di Jerman. Sekolah terus. Sampai jadi sarjana farmasi. Sekolah lagi, S-2. Lanjut. Bergelar doktor. Bidangnya tetap: farmasi.

BACA JUGA: Nasib Terawan

“Di Jerman, untuk dokter yang melakukan seperti yang dilakukan dokter Terawan tidak harus melakukan uji klinis seperti yang dimaksud IDI,” ujar Rudy Susilo, Si Arema Jerman itu.

Susilo menyelesaikan S-1 di Free University, Berlin. Di situ juga meraih master of science di bidang bio chemistry (biochemiker). Dengan predikat sangat baik. Sedang PhD-nya summa cum laude di bidang Pharmacognosy and Phytochemistry.

Yang dilakukan Terawan itu, menurut Susilo, bukan menemukan obat baru. Tapi disebut “menemukan metode pengobatan”.

Menurut Susilo, banyak sekali dokter menemukan metode pengobatannya sendiri-sendiri. Yang sederhana maupun yang rumit.

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Upacara Baijiu

17 Mei 2022 - 08:00 WIB

Jokowi, Biden, dan Elon

16 Mei 2022 - 16:11 WIB

一百二十

16 Mei 2022 - 08:00 WIB

Shireen

15 Mei 2022 - 10:17 WIB

Stereo Adharta

15 Mei 2022 - 08:00 WIB

Lockdown Sapi

14 Mei 2022 - 17:05 WIB

Trending di Kempalpagi