Menu

Mode Gelap

Kempalankuliner · 15 Apr 2022 10:35 WIB ·

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Produk Coklat Karakter Salatiga Dikunjungi Ganjar


					Gubernur Jawa Tengah mengunjungi Emma Wilyama, pelaku UMKM asal Kota Salatiga yang sukses membuat produk olahan coklatnya yang laku keras di pasaran. Perbesar

Gubernur Jawa Tengah mengunjungi Emma Wilyama, pelaku UMKM asal Kota Salatiga yang sukses membuat produk olahan coklatnya yang laku keras di pasaran.

SALATIGA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Tengah mengunjungi Emma Wilyama, pelaku UMKM asal Kota Salatiga yang sukses membuat produk olahan coklatnya yang laku keras di pasaran. Olahan coklat yang dibuat Emma dalam berbagai bentuk yang tidak biasa. Ada bentuk pensil, boneka, angka, huruf hijaiyah, abjad dan bentuk unik lainnya.

“Lho ini pensil kan? Ini bisa di makan?,” tanya Ganjar saat melihat produk Emma, Selasa (12/4).

Merespon gurauan Ganjar, Emma membenarkan bahwa itu memang pinsil, tetapi dari coklat, sehingga aman untuk dikonsumsi. Memang bentuknya unik dan tidak biasa, tapi semuanya aman dikonsumsi.

“Bisa dimakan semua ini Pak. Sayangnya Bapak datang pas puasa, jadi nggak bisa nyicip,” ucapnya.

Emma mengaku kreativitas dan inovasi produk menjadi kunci suksesnya. Tertarik dengan berbagai bentuk coklat yang ditunjukkan Emma, Ganjar memesan sejumlah produk yang sudah selesai dibuat.

“Ini kreatif dan menarik sekali. Ada bu Emma yang membuat olahan coklat dengan beragam bentuk. Dan ini sudah jalan 12 tahunan. Dengan kreatifitas, produknya tetap laku meskipun di tengah pandemi,” kata Ganjar.

Semangat Emma ini lanjut Ganjar bisa ditiru para pelaku UMKM lainnya. Kreasi dan inovasi harus terus diasah agar bisa bertahan dalam kondisi apapun.

“Seperti bu Emma ini, terbukti masih survive. Tinggal nanti di-trending-kan, (populerkan) dugaan saya pasti akan berkembang. Kalau hari ini buat coklat kecil (sedikit), nanti bisa jadi ada pesanan coklat besar (banyak) dan dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Emma mengatakan, dirinya sudah memulai bisnis pengolahan coklat itu sejak 2010 lalu. Ia memilih membuat coklat dengan bentuk yang tidak biasa untuk menyesuaikan pangsa pasar.

“Karena ini target marketingnya untuk anak-anak kecil, jadi kita buat seperti ini. Kalau bentuknya menarik seperti ini, pasti anak-anak suka,” katanya.

Dalam sehari, Emma mengatakan bisa menghabiskan 5-10 kg coklat mentah. Coklat itu kemudian diolah menjadi berbagai bentuk dan dijual ke pasaran.

“Omset perbulan Rp7 juta sampai Rp10 juta. Harapannya setelah didatangi Pak Ganjar usaha saya semakin berkembang dan semakin dikenal,” ujarnya.

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mahkamah Pidana Internasional Kirim Tim untuk Investigasi Tindakan Rusia di Ukraina

18 Mei 2022 - 11:34 WIB

Ilustrasi Mahkamah Pidana Internasional-TImesofIsrael

Rujak Uleg Digelar Malam Hari, Jadi Momentum Hidupkan Kota Tua di Surabaya Utara

17 Mei 2022 - 18:17 WIB

Dijamu Makan Pemegang Kunci Kabah, LaNyalla Didoakan Bermanfaat Bagi Indonesia

17 Mei 2022 - 06:45 WIB

Salat Dhuhur dan Jadi Imam di Masjid Seharga 85 Miliar

14 Mei 2022 - 15:22 WIB

Halal Bihalal, Kader PDIP Surabaya Rapat Sambil Nikmati Ketupat Sayur Lodeh

10 Mei 2022 - 05:55 WIB

Ini Menu yang Harus Ada Bagi Wali Kota Eri Pada Saat Momen Lebaran, Favoritmu Apa?

4 Mei 2022 - 17:50 WIB

Trending di Kempalankuliner