Ketua AKD Jatim Temui Gus Sadad Minta Pemerataan Pembangunan Desa

waktu baca 3 menit
Gus Sadad (tengah) saat menerima aspirasi Ketua AKD Jatim di ruang Wakil Ketua DPRD Jatim, Jumat. (Foto for kempalan)

SURABAYA-KEMPALAN-Pemerataan pembangunan desa yang belum dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa menjadi perhatian
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jawa Timur, Munawar.

Saat menemui Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad, Jumat (8/4/2022). Munawar berharap para kepala desa di Jawa Timur bisa dilibatkan dalam proses pembangunan di Jawa Timur. Sehingga pembangunan di Jawa Timur bisa merata dan optimal.

“Tujuan kami datang ke sini (Anwar Sadad,red) untuk memperjuangkan masalah pembangunan desa yang belum merata,” terang Munawar kepada media usai menemui Anwar Sadad di ruang Wakil Ketua DPRD Jatim., Jumat.

Kata Munawar, salah satu keinginan kepala desa adalah agar Pemprov Jawa Timur mealokasikan anggaran pemberdayaan bagi masyarakat desa dengan porsi 10 persen dari APBD Jawa Timur.

“Para kepala desa berharap dana 10 persen dari APBD Jawa Timur bisa ditransfer ke desa, biar seluruh desa di Jawa Timur ikut merasakan pemerataan pembangunan. Itu salah satu tujuan kami menemui Pak Anwar Sadsd,” terang Kepala Desa Rosep, Kecamatan Blega, Bangkalan ini menambahkan.

Munawar mengaku aspirasi para kepala desa sengaja disampaikan agar pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh desa di Jawa Timur.

Selain minta dana transfer 10 persen dari APBD Jatim ke setiap desa. Munawar atas nama Ketua AKD Jatim berharap kepala desa bisa dilibatkan dalam proses pembangunan di Jawa Timur.

Sementara Anwar Sadad yang menyambut kedatangan Ketua AKD Jatim Munawar menyatakan siap mengawal aspirasi perwakilan AKD Jatim.

Gus Sadad-sapaan akrab Anwar Sadad-menyadari apa yang dikeluhkan kepala desa sebagai elemen penting di tingkat desa.

Karena itu, Ketua DPD Gerindra Jatim ini, berjanji akan ikut mengawal aspirasi Ketua AKD Jatim untuk dilibatkan dalam proses pembangunan dengan alokasi anggaran pembangunan desa.

Gus Sadad menjelaskan, sebenarnya Pemprov Jatim sudah memiliki berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat desa. Seperti, program Jatim Berdaya maupun program Jatim Puspa.

Tapi banyak dari kepala desa mengaku belum memahami program tersebut.

“Saya kira ini terletak pada pola komunikasi,” ucap Gus Sadad.

Gus Sadad merespon aspirasi dari Ketua AKD Jatim yang dinilai penting untuk melibatkan berbagai elemen dalam proses pembangunan.

“Pelibatan semua elemen dalam proses pembangunan itu sangat penting. Mulai dari para kepala daerah, legislator hingga para kepala desa dan masyarakat memang perlu dilibatkan dalam setiap proses pembangunan,” terang Gus Sadad yang masih tercatat keluarga besar Ponpes Sidogiri ini.

Terkait aspirasi alokasi 10 persen dari APBD Jatim agar bisa ditransfer ke setiap desa, disebut Gus Sadad perlu kajian mendalam.

“Jatah 10 persen dari APBD Jatim untuk setiap desa perlu kajian mendalam. Saya berjanji, hasil dari kajian nantinya bakal menjadi bahan diskusi selanjutnya,” pungkas mahasiswa doktoral UINSA ini. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *