NDUGA-KEMPALAN: Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah, kali ini di Nduga Papua dengan melakukan penyerangan pasukan marinir. KKB ini dipimpin oleh Egianus Kogoya dengan menyasar Pos Satuan Tugas Mupe Yonif Marinir-3 yang menewaskan 2 prajurit TNI.
Melansir JPNN, serangan ini terjadi pada Sabtu (26/3) pada 17.40 WIT. Serangan terjadi di Pos Quary Bawah, dari belakang pasar dan Sungai Alguru. Terjadi baku tembak dan pengejaran yang dilakukan anggota Satgas. Pada 18.00 WIT, Dansatgas memerintahkan dua Tim Trisula untuk membantu pos tersebut.
Korban jiwa dari pihak marinir ialah Letda Mar Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here, sementara Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman mengalami luka berat dan masih dalam kondisi kritis.
Menurut Detik, Letkol Candra Kurniawan selaku Wakapendam XVII/Cendrawasih, kedua personel yang meninggal sudah dievakuasi di kamar jenazah RSUD Mimika pada Minggu (27/3). Akibat insiden ini, ada evakuasi melalui Bandara Mozes Kilangin di Timika.
Ada juga sejumlah prajurit yang mengalami luka ringan.
Melansir CNN Indonesia, Kapolres Nduga Kompol Komang Budhiarta menduga para penyerang mengeluarkan pelontar granat jenis GLM yang menurutnya merupakan senjata hasil rampasan. Serangan ini langsung diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB-OPM mengatakan bahwa saat HUT ke-51 dari organisasinya, pasukan TPNPB melakukan serangan ke pos militer Indonesia usai mengendus keberadaan prajurit TNI di pinggir kali Kenyam.
Di sisi lain, Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjijono mengutarakan hasil pemeriksaan sementara menunjuukan KKB telah merampas granat milik petugas yang lalu digunakan untuk menyerang pos marinir di atas.
“Informasi sementara, GLM (grenade launcher module) atau pelontar granat yang digunakan untuk menyerang diduga diambil dari Satgas Yonif 700, sedangkan amunisi GLM adalah rampasan dari Satgas Yonif 330,” kata Julius dalam siaran persnya, Senin (28/3).
Ia juga menuturkan, motif penyerangan sendiri masih di dalami karena menurutnya pos tersebut tidak memiliki permasalahan dengan masyarakat sekitar, bahkan aktif dalam bakti sosial. Tindakan itu, bagi Julius, mengganggu hubungan harmonis di masyarakat Nduga. (JPNN/Detik/CNN Indonesia, Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi