BOGOR-KEMPALAN: Pupus sudah ambisi klub bola voli putri kebanggaan wong Gresik, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia untuk memenangi turnamen bola voli Proliga pertama kalinya musim ini. Bukan kemenangan yang didapatkan Hany Budiarti dkk, melainkan untuk kali kelima gigit jari di final.
Dalam grand final sektor putri yang dimainkan di GOR Kawah Candradimuka, Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Sabtu petang (26/3), Gresik Petrokimia takluk 1-3 (17-25, 19-25, 25-22,18-25) atas Bandung bjb Tandamata.
Kemenangan atas Gresik Petrokimia ini pun menjadi puncak dari kesempurnaan penampilan bjb Tandamata sejak babak final four. Kemenangan ini pun tidak lepas dari taktik jitu yang diinstruksikan sang pelatih, Alim Suseno.
BACA JUGA: Comeback Manis Yolla Yuliana BJB Tandamata Menang Perdana
Caranya, mereka menekan Gresik Petrokimia dengan menerapkan strategi menyerang melalui servis. “Itu kami lakukan setelah kami melihat tim lawan banyak yang tidak siap menghadapi bola-bola dari servis,” ungkap Alim.
Pengembalian bola dari servis yang dilakukan pemain-pemain Gresik Petrokimia, sangat buruk. Bukti keampuhan dari strategi yang diminta Alim tersebut sudah terlihat dengan banyaknya poin tercipta melalui servis dari total sebanyak 96 kali percobaan.
Alim yang terpilih sebagai pelatih terbaik Proliga 2022 itu mengakui bahwa laga ini adalah pertemuan antara guru melawan murid. Bagi pelatih tim voli TNI AU tersebut, sosok Ayub adalah seniornya.
BACA JUGA: Final Proliga Lawan bjb Tandamata, Modal Petrokimia Lebih Sempurna
“Saya tetap menaruh respek terhadap bang Ayub Hidayat. Dia merupakan pelatih senior dan saya pun juga tidak mau kalah dalam laga ini. Saya ingin membuktikannya dengan membawa bjb Tandamata menjadi juara,” tutur Alim.
Dengan kemenangan musim ini, berarti bjb Tandamata tercatat sudah meraih gelar yang ketiga. Bedanya, dua kemenangan sebelumnya didapatkan dengan nama Bank Jabar (2003) dan Bandung Artdeco Bank Jabar (2006).
Celah besar dalam bertahan itulah yang disayangkan pelatih Gresik Petrokimia Ayub Hidayat. Dia menyayangkan anak asuhnya kurang fokus dalam receive (pengembalian bola pertama). Saking besarnya, ungkap Ayub, lawan terlalu mudah mengekspoitasi kelemahan tersebut.
BACA JUGA: Gresik Petrokimia Butuh “Ledakan” Intan
“Passing bola pertama kami kurang bagus. Pemain seperti kehilangan fokus dan lawan pun bisa mencari peluang poin melalui kelemahan tersebut,” keluh Ayub. Bagi klub milik BUMN produsen pupuk tersebut, ini menjadi kekalahan kelimanya dalam final Proliga. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi