MOSKOW-KEMPALAN: Presiden AS yaitu Joe Biden memberikan label baru kepada Presiden Rusia yaitu Putin dengan sebutan “Kriminal Perang”.
Juru bicara Kremlin yaitu Dmitry Peskov kemudian menanggapi perkataan Biden tersebut dan mengatakan bahwa label tersebut “Tidak dapat dimaafkan” sekaligus meyakinkan bahwa operasi militer oleh Putin berjalan sesuai rencana.
Tuduhan Biden tersebut datang setelah sebelumya, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan bahwa pasukan militer Rusia menjatuhkan bom di teater Mariupol yang menjadi tempat warga mengungsi.
Disebutkan bahwa teater tersebut menjadi tempat bagi 500 warga Ukraina yang mencari keamanan.
Dengan adanya tindakan Rusia tersebut, Biden mengatakan bahwa Putin merupakan Kriminal Perang.
“Ia (Putin) adalah kriminal Perang” ucap Biden, ketika ditanya oleh reporter.
Juru bicara Kremlin yaitu Dmitry Peskov kemudian mengatakan bahwa perkataan Biden tidak dapat diterima.
“Ucapan Biden tidak bisa dimaafkan dan retorika yang tidak masuk akal dari seorang presiden yang menjatuhkan bom di seluruh dunia dan membunuh ratusan ribu orang” ucap Juru Bicara Kremlin.
Kementerian Pertahanan Rusia menolak adanya tuduhan bahwa pasukan militer Rusia menjatuhkan bom di teater di Mariupol—melainkan terdapat sebuah teori bahwa bangunan tersebut diledakkan oleh Batalion Ukraina Neo-Nazi yaitu Batalion Azov.
Selain itu, Kedubes AS di Kyiv memberikan sebuah penjelasan bahwa militer Rusia menembak mati 10 warga sipil yang sedang antre roti.
Menanggapi hal tersebut, Rusia mengatakan bahwa perkataan tersebut merupakan hoax.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi