Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 15:13 WIB
Surabaya
--°C

Cak Nico, Senior PMII Jatim yang Selalu Dikenang Kadernya

Cak Nico, Senior PMII Jatim

Transfer wacana politik dan kebangsaan secara tak langsung saya petik. Termasuk bekal bagi seorang aktivis melihat sesuatu yang gelap bisa terang benderang. Bagaimana bisa survive di tengah keterbatasan. Menyelesaikan masalah menjadi solusi.

Semua ilmu terapan itu saya nimba ke Cak Nico. Transfer pengetahuan dan pengalaman bukan lagi diungkapkan. Saya diajak untuk memetik pelajaran aktivitas rumah kontrakan yang disulap menjadi kantor PKC PMII Jatim.

Di tempat itu, para pengurus PKC. Termasuk kader dari berbagai level (rayon, komisariat dan cabang) siang malam singgah dan stay di rumah kontrakan itu diisi dengan wacana-wacana dan rumusan aksi.

Beberapa hari saya ikut nimbrung, terdengar tagihan uang makan dari ibu warung di samping rumah kontrakan. Senior yang lain saling lempar, mencari penyebab tagihan uang makan di ibu warung hampir mencapai 5 bulan kiriman anak kuliahan.

Sapaan, se ngakan e bharung (siapa saja yang makan di warung),” tanya Cak Nico. Tak ada yang jawab. Senior satu lainnya saling lempar.

Tanpa banyak kata, Cak Nico memberi solusi. “Minta waktu besok, semua tagihan uang makan akan dibayar,” timpal Cak Nico mengutus seseorang untuk meyakinkan ibu Warkit yang memang dipasarahin untuk melayani siapa saja yang hendak makan atas nama Cak Nico.

Si ibu Warkit melayani makan secara gratis di warung jika menyebut nama Cak Nico. Tagihan makan itu langsung ke Cak Nico.

Cak Nico tak mempersoalkan jumlah tagihan makanan yang dibilang over dari waktu singkat. Cak Nico sambil tersenyum berucap, “yang makan kok banyak. Belum sebulan, tagihan sudah seperti lima bulan,”.

Cak Nico tersenyum, sambil tertawa lebar menyiratkan bisa memberi makan ke orang-orang yang tak kenal dan bisa bagi-bagi rejeki ke yang butuh.

Bagi-bagi rejeki hal biasa dilakukan Cak Nico. Sejak mahasiswa, rumah kontrakannya sudah menjadi tumpuan para kader untuk sekedar numpang hidup maupun mencari ruang gerak yang bisa bertahan hidup di Surabaya maupun menapaki karier sebagai aktivis.

Kebaikan Cak Nico membuka ruang itu mengantarkan sejumlah kadernya sukses dengan akses politik dan jaringan yang dihampar Cak Nico.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.