SURABAYA-KEMPALAN-Nama Anwar Sadad kembali menjadi perbincangan pengamat setelah hasil survei dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) terkait elektabilitas Ketua Parpol di Jawa Timur mengemuka.
Direktur ARCI Baihaki Siratj dalam rilisnya mengatakan, berdasar Update Survei Regional Jatim mulai 20-31 Oktober 2021, elektabilitas Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad mulai meningkat.
“Pak Anwar untuk di Top of Mind tidak masuk. Tapi begitu kami melakukan pertanyaan secara terbuka, maka beliaunya masuk. Artinya, elektabilitasnya sudah mulai meningkat,” ujar Baihaki kepada media di Surabaya, Kamis (4/11/2021) malam.
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi elektabilitas nama Wakil Ketua DPRD Jatim ini kian meningkat. Di antaranya, kata Baihaki-karena sosok Anwar Sadad yang merakyat seagai seorang pemimpin.
“Kemungkinan besar karena masyarakat Jawa Timur, yang disukai media sosialnya adalah Facebook. Kemungkinan besar beliaunya sering meng-upload. Faktor lain, pemimpin itu harus merakyat. Kemungkinan besar dari Pimpinan DPD Gerindra ini melakukan hal-hal yang seperti itu sehingga Gerindra saat ini agak signifikan kenaikannya,” jelasnya.

Survei ARCI dilakukan dengan metode multistage random kepada 1.200 responden di 38 Kabupaten/Kota Jatim. Jumlah responden di setiap kabupaten/kota dibedakan sesuai jumlah penduduk. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 3 persen.
Sedangkan quality control terhadap wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen sampai didatangi kembali oleh supervisor dalam quality control dan tidak ditemukan kesalahan berarti. Populasi survei ini merupakan seluruh warga Jatim yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum mulai dari usia 17 tahun hingga yang sudah menikah.
Selain merilis elektabilitas Ketua Parpol di Jawa Timur. ARCI juga merilis hasil survei elektabilitas partai politik di Jatim. Hasilnya, PKB nomor satu, disusul oleh PDI Perjuangan (PDIP).
“Elektabilitas PKB nomor satu, disusul PDIP. Kemudian Partai Gerindra ada di peringkat 3 disusul Golkar ke-4,” sambung Baihaki.

Dikatakan, elektabilitas PKB di Jatim sebesar 22,9 persen. PDIP di peringkat ke-2 sebesar 18,6 persen, lalu Gerindra 13,5 persen.
Di peringkat keempat ada Golkar dengan 10,7 persen. Kemudian disusul Demokrat melengkapi 5 besar dengan 10,3 persen.
Baihaki mengungkapkan, faktor pemilih tradisional di Jatim, di mana pemilih dari kalangan NU banyak memilih PKB sebagai partai pilihannya. Baihaki juga menyebut, Gerindra punya potensi kuat menggeser PDIP di posisi ke-2.
“Gerindra ini punya peluang cukup besar untuk mengejar bahkan menggeser PDIP. Saat ini selisih 5 persen antara dua partai tersebut, sangat memungkinkan Gerindra mengejar, masih ada waktu kurang lebih 2 tahun sebelum Pileg,” pungkasnya. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi