Minggu, 19 April 2026, pukul : 07:33 WIB
Surabaya
--°C

Anwar Sadad Mulai Meroket

Anwar Sadad Meroket
Hambali Rasidi

Catatan: Hambali Rasidi, kontributor kempalan

KEMPALAN-Nama Anwar Sadad sudah mulai tercium di hati warga Jawa Timur. Belum setahun menjabat Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, survei elektabilitasnya mengalami peningkatan 200 persen.

Itu terlihat dari pemaparan hasil survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) yang dirilis Baihaki Sirajt, Direktur ARCI saat di Surabaya, Rabu (16/2/2022).

Pada Oktober 2021 lalu, elektabilitas Anwar Sadad masih 1 persen. Pada awal 2022, elektabilitas Anwar Sadad mencapai 3,1 persen.

Potensi Anwar Sadad baru terlihat beberapa bulan setelah menjabat Ketua DPD Gerindra Jatim. Anwar Sadad kerap turba. Menemui para tokoh NU. Keluar masuk kampus dan pesantren di Jawa Timur.

Bagi Anwar Sadad, dunia politik dan pesantren memang sudah lama melekat. Meski kini menahkodai partai nasionalis (Gerindra), tapi ia dibesarkan dari keluarga pesantren dan menapaki karir politik di Jawa Timur setelah menjabat anggota DPRD Jawa Timur dari PKB sejak tahun 2004.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar tanpa ragu memanggil sebutan Gus kepada Anwar Sadad. Itu disampaikan Kiai Marzuki sebagai bentuk penghormatan karena dalam tubuh Anwar Sadad masih mengalir darah pendiri Ponpes Sidogiri, Pasuruan.

Tak berlebihan jika salah satu media Jawa Timur menempatkan Anwar Sadad sebagai salah satu politisi muda NU di Jawa Timur yang lagi nangkring di pentas regional Jawa Timur. Tentunya selain nama Khofifah, Gus Halim dan Gus Ipul.

ARCI juga menyebut salah satu
faktor Partai Gerindra Jatim mengalami peningkatan elektabilitas secara drastis di pentas Jawa Timur karena fenomena figur Anwar Sadad.

Baihaki membandingkan rilis ARCI Oktober 2021 lalu, elektabilitas Gerindra yang masih 13,5 persen. Setelah Gerindra Jatim dinahkodai Anwar Sadad, rilis ARCI pada Januari 2022 menempatkan elektabilitas Gerindra menjadi 15,2 persen. Angka ini memepet elektabilitas PDIP yang lagi meraih kursi terbanyak di DPRD Jawa Timur.

Anwar Sadad

Baihaki melihat Anwar Sadad sebagai representasi politisi NU yang lagi menahkodai partai nasional di Jawa Timur. Sehingga jalan merengkuh suara Nahdliyin agar melirik Gerindra mudah didapat.

Memang elektabilitas 3,1 persen terbilang kecil dibanding nama Khofifah Indar Parawansa yang mencapai elektabilitas 31,5 persen.

Namun, jika Khofifah tidak maju Pilgub Jatim-mengutip hasil survei ARCI- peluang Anwar Sadad masih terbentur figur Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, dan Emil Dardak yang bersaing ketat.

Survei ARCI dilakukan pada 15-27 Januari 2022 di 38 Kabupaten/Kota Jatim dengan jumlah responden proporsional.

Dengan survei ARCI menggunakan mutistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 dengan argin of error sebesar 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen-masih membuka peluang seiring dinamika perpolitikan Jawa Timur menjelaskan Pilpres dan Pileg awal 2024.

Sebagai gambaran, hasil survei ARCI terkait elektabilitas figur Cagub di Jatim:

1. Khofifah Indar Parawansa 31,5 persen
2. Emil Elestianto Dardak 8,2 persen
3. Tri Rismaharini 7,1 persen
4. Saifullah Yusuf 6,5 persen
5. Abdul Halim Iskandar 4,7 persen
6. La Nyalla 3,5 persen
7. Anwar Sadad 3,1 persen
8. Thoriqul Haq 2,9 persen
9. Azwar Anas 2,2 persen
10. Bambang DH 1,7 persen
11. M Fawaid 1,41 persen
12. Sarmuji 1,1 persen
13. Puti Guntur 0,7 persen
14. Kusnadi 0,6 persen
15. Anik Maslachah 0,5 persen
– Lainnya 7,77 persen
– Tidak tahu 15,2 persen.

Tapi waktu 2,5 tahun untuk bertarung di Pilgub Jatim akhir 2024 terbuka lebar sambil menunggu hasil Pileg awal 2024.

Setidaknya, survei ARCI memberi signal bahwa Pilgub Jatim 2024 ada pendatang baru yang tak bisa dianggap remeh temeh.

Ya itu, Anwar Sadad….

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.